Berita tentang rencana kehadiran mobil murah, membuat beberapa pihak menyampaikan protes serta opini mereka, terutama yang hidup di ibukota Jakarta. Ketika kemacetan jadi momok yang melelahkan, tentunya akan menjadi benang kusut jika mobil murah diluncurkan. Sementara itu, isu lain terjadi di sektor properti, yaitu rumah tinggal. Peraturan BI yang dikeluarkan untuk meninggikan harga uang muka rumah, membuat uang muka rumah semakin tidak terjangkau oleh masyarakat. Pemerintah kemudian mengusulkan kredit rumah tanpa uang muka, sementara pengembang mengusulkan kredit rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan uang muka cukup murah yaitu sebesar Rp 1 juta.

PT Bank Tabungan Negara Tbk sebagai penyalur KPR paling dominan menyambut baik usulan ini. Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, pihaknya sedang berdiskusi mengenai hal ini dengan pihak regulator Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan lain. Maryono beralasan, harga tanah di seluruh daerah cenderung akan naik terus. Hal tersebut membuat masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin kesulitan mendapatkan rumah jika harganya terus melambung, begitu yang dilansir dari situs detik finance.

Bagaimana menurut Sahabat?

Sumber:

Zulfi Suhendra – detikfinance
http://tangandiatas.com/2013/09/18/21-september-2013-fgd-pajak-properti-klub-properti-tda-depok/