Kerja. Karya. Kreasi. Boleh tahu untuk apa anda dibayar setiap bulan? Bukan – saya tidak minta anda menyebut profesi yang dijalani saat ini seperti bankir, sekretaris, akuntan, entrepreneur, presenter atau berbagai judul-judul profesi baru yang terus berkembang. Saya juga tidak bermaksud menanyakan pangkat anda sekarang seperti Direktur, Vice President, atau manager. Saya menanyakan apakah anda tahu (dan peduli) peran dan kontribusi yang anda berikan untuk mendapatkan gaji /tunjangan/bonus dan segala bentuk kompensasi yang anda dapatkan sekarang. Penjual bubur Senopati favorit saya mungkin dengan mudah mengatakan bahwa uang yang diterima setiap hari adalah hasil penjualan bubur uenak racikannya. Hal yang sama berlaku dalam banyak jenis pekerjaan dasar yang sudah ada sejak dulu.

Namun pertumbuhan besaran dan kompleksitas organisasi memunculkan ribuan ragam jenis pekerjaan baru yang sedemikian rupa spesifiknya sehingga tidak lagi bersentuhan dengan denyut proses usaha. Banyak pekerjaan saat ini bisa diibaratkan sebagai sebuah komponen kecil dari mesin besar bernama perusahaan.Tanpa punya kesadaran bagaimana mesin itu bergerak, tentu akan sulit memahami dan memaknai keberadaan diri didalamnya. Apakah menuntaskan job description artinya sudah paham peran dalam organisasi? Apakah mengikuti perintah si boss artinya sudah berkontribusi?

Your job is a tool. Your career is yours. Your career is you! Problem terbesar dalam dunia kerja sekarang bukan problem pekerjaan, namun problem karier. Pekerjaan sudah punya aturan main yang jelas dan disusun berdasarkan kebutuhan organisasi. Mudah-mudahan masih ingat kalau pekerjaan adalah sekedar alat yang dipinjamkan oleh pemberi kerja. Sementara karier adalah perjalanan panjang kehidupan profesional yang bukan hanya diisi oleh kerja namun lebih penting dari itu: karya dan kreasi.

There is no point doing something you don’t really enjoy or don’t really care. Ketidakpahaman akan ragam jenis pekerjaan, beban anjuran orang tua dan yang dituakan tentang pekerjaan+karier+kehidupan, rancang bangun sistem pendidikan yang merupakan warisan revolusi industri abad 18 – semua ini menambah kebingungan dalam memilih pekerjaan dan karier yang tepat. Ironisnya, kegalauan ini justru meningkat seiring dengan penambahan ragam jenis pilihan pekerjaan.

Begitu banyak cara memperoleh penghidupan. Begitu banyak peluang untuk memunculkan karya dan kreasi nyata. Tidak sepatutnya ada dikotomi jadi karyawan atau entrepreneur, jadi pegawai negeri atau swasta, full time atau freelance. Itu sama sekali tidak penting. Selamat untuk gaji yang anda terima. Apa lagi karya & kreasi anda? This is the age of awesome fulfillment for every human being.

Eram quod es, eris quod sum.

 

sumber gambar:  http://anirbangomes.wordpress.com/2011/10/10/the-fire-within/