Kegemaran belanja awalnya dilakukan Leny Puspadewi sebagai hobi, namun ketika berbagai belanjaan pada akhirnya hanya menumpuk, ia kemudian merasa bersalah karena telah menghambur-hamburkan uang dengan percuma. Kemudian, ia pun menawarkan beberapa barang yang telah ‘menumpuk terbeli’ kepada orang-orang terdekat seperti sepupu ataupun teman. Namun jualan tersebut malah berujung pada pesanan-pesanan baru berikutnya yang segera diterima oleh Leny Puspadewi, ia dengan senang mencarikan pesanan tersebut.

Namun menjadi agen, meninggalkan banyak ketidakpuasan pada diri Leny. Suatu saat atas dukungan suami yaitu Fauzi Rachmanto dan terinspirasi pengusaha lain yang tergabung dalam komunitas Tangan Di Atas, Leny mulai berani memproduksi clothing linennya sendiri. Dengan memproduksi fashionnya sendiri, Leny dapat menentukan menawarkan busana dengan kualitas bahan dan jahit tertentu, model tertentu, dengan jenis bahan tertentu, dan harga lebih terjangkau.

Ia memulai dengan modal sekitar 30 juta rupiah untuk beli bahan dan ongkos produksi produk fashionnya sendiri yang diberi nama Rumah Lentik. Berbagai model fashion muslim yang diproduksi Rumah Lentik biasanya terinspirasi ketika Leny datang ke sebuah acara pertemuan, majalah mode, saat menonton acara televisi, ataupun ketika berdiskusi dengan desainer serta tim produksinya. Fashion produksi Rumah Lentik tidak hanya terbatas untuk perempuan, Rumah Lentik menyediakan juga pakaian untuk laki-laki serta hijab dan bergo.

Pada awalnya Rumah Lentik bergabung dalam outlet fashion bersama di Bandung Indah Plaza. Namun setelah berbincang dengan para produsen produk fashion di Komunitas TDA, Leny mempelajari bahwa sebagian besar dari produsen fashion justru tidak memiliki toko offline.

“Setelah berdiskusi dengan suami, saya mengubah sistem pemasaran Rumah Lentik, saya kemudian tidak melanjutkan berjualan secara offline dan memdirikan toko online, menerapkan sistem keagenan dan beriklan lewat dua majalah.”, papar Leny.

Rumah lentik3

Mengubah sistem pemasaran rupanya menampuk sukses bagi Rumah Lentik, omzet meningkat sampai 700 persen. Leny sendiri sangat terkejut atas hasil yang didapatkan. Konsentrasi pemasaran pun berpindah, Rumah Lentik akan selalu mengevaluasi pameran atau bazaar yang diikuti. Sistem promosi yang dilakukan Rumah lentik biasanya berbentuk sponsorship untuk berbagai kegiatan di komunitas TDA dan beberapa meng-endorsed grup musik lokal Bandung, kedepannya mereka berencana untuk meng-endorsed grup musik nasyid dan ustadz

Rumah Lentik juga ikut serta dalam kegiatan bazaar dan pameran, sekitar 5-6 kali setiap tahunnya diikuti evaluasi karena ikut serta memerlukan tenaga, biaya dan juga waktu yang juga ikut diinvestasikan dalam kegiatan tersebut.

Sekarang, Leny sedang mempersiapkan pabrik kecil untuk Rumah Lentik. Ia telah memiliki seorang penjahit dan akan merekrut 2 penjahit lainnya. Keseluruhan produksi masih dibantu dengan makloon (membantu dari segi proses cutting bahan ataupun membuat payet).

Leny mengakui bahwa melalui berbuat baik serta melakukan kolaborasi, Rumah Lentik dapat menebarkan manfaat dan sekaligus mendapatkan manfaat dari sebuah daya tarik positif yang besar. DoInc setuju, kamu?