Kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dari pencapaian awal ataupun kondisi yang pernah dialami dulu. Nyatanya tidak sedikit dari profil dengan kesuksesan luar biasa, dulunya justru memulai usaha dari hal yang sangat sederhana. Kondisi sulit dan juga beragam tantangan untuk mampu bertahan hidup, merupakan salah satu alasan mengapa mereka akhirnya bisa meraih kesuksesan besar saat ini.

Kita akan menyelami kisah perjuangan pendiri sekaligus CEO perusahaan penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana yang ternyata dulu berangkat dari kondisi nol. Mungkin banyak yang belum tahu bahwa dalam masa awal perjuangan bisnis, kala itu Rusdi pernah menjadi penjual mesin ketik.

dengan kerja keras dan juga visi untuk berkembang, perlahan Rusdi Kirana mampu membangun kerajaan bisnis Lion Air, kita simak kisah sang pendiri Lion Air yang sangat menginspirasi.

Awal Mula bisnis

Rusdi kirana lahir di keluarga yang terbilang sederhana dan sangat akrab dengan perjuangan hidup. Dalam lingkup keluarga, ia dibiasakan untuk mampu berjuang dan berusaha jika menginginkan sesuatu. Inilah pula yang akhirnya mengantarkan Rusdi muda mulai mengenal dunia bisnis.

Kala itu Rusdi berpikir bahwa hanya dengan menjalankan sebuah bisnis, kita baru bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal finansial. Hingga suatu hari, ia diperkenalkan pada peluang bisnis yakni menjual produk mesin ketik yang memang sat itu masih popular digunakan. Lewat penjualan mesin ketik buatan Amerika tersebut, memang Rusdi sudah bisa mengantongi penghasilan sendiri. Namun pada kenyataannya, pendapatan yang sebesar $10 per bulan kala itu dirasa masih jauh dari kata cukup.

Dari situ, insting bisnis Rusdi Kirana tergerak untuk terus berkembang lebih baik lagi. Setelah berpikir dan mencari peluang usaha, akhirnya ia mantap menggarap peluang bisnis agen biro perjalanan. Bisnis tersebut tidak ia jalankan sendiri melainkan bersama dengan sang kakak Kusnan Kirana. Perlahan perusahaan biro perjalanan yang ia dirikan mulai menunjukkan perkembangan positif seiring dengan tingginya minat dan juga keperluan akan bidang jasa.

Lompatan Besar Membangun Lion Air

Setelah beberapa tahun mengembangkan perusahaan biro perjalanan, Rusdi Kirana kembali tertantang untuk membawa karirnya pada level yang lebih tinggi. Dengan modal besar yang berhasil ia kumpulkan dari perusahaan jasa biro perjalanan, secara mengejutkan Rusdi membangun sebuah perusahaan baru berskala besar. Tak tanggung-tanggung, yang ia garap kala itu adalah sebuah maskapai penerbangan.

Tepatnya pada bulan juni 2000, berbekal satu buah pesawat jet sebagai armada awal, Lion Air mulai mengudara di langit Indonesia. Namun, tentunya perjalanan bisnis Rusdi Kirana tidak lepas dari beragam tantangan dan masalah. Yang terbesar adalah, banyak pengamat yang menyatakan bahwa langkah Rusdi Kirana membangun maskapai penerbangan bukanlah opsi yang terbaik.

Bahkan tak sedikit piha yang meyakini bahwa perusahaan berlogo singa tersebut sulit untuk bertahan dalam waktu yang lama. Dari situ tantangan besar kembali dihadapi oleh Rusdi tak kalah perekonomian Indonesia yang bergejolak. Memiliki pilihan untuk menjual saham Lion Air, nyatanya Rusdi tetap bisa mempertahankan bisnisnya.

Bangkit dan Menjalankan Ekspansi Bisnis

Meskipun kondisi perusahaan terbilang masih belum cukup stabil, Rusdi terus berupaya untuk membuat terobosan terkait layanan jasa penerbangan lokal. Mengusung konsep penerbangan biaya murah, perlahan maskapai Lion Air mulai bisa membangun kepercayaan dari konsumen di Indonesia.

Dengan kondisi perusahaan yang mulai kondusif, perkembangan bisnis Lion Air juga harus meningkat dalam hal kualitas dan kuantitas. Ini dibuktikan dengan keputusan besar Rusdi dengan membeli lebih dari 200 unit Airbus dari perusahaan Perancis dengan nilai kontrak sebesar $24 miliar.

Menguasai hampir setengah dari pasar domestik di Indonesia, Lion Air kini sudah terbang ke-36 kota di Indonesia serta mancanegara. Hal tersebut jugalah yang akhirnya melejitkan pundi kekayaan Rusdi Kirana yang ditaksir mencapai $900 juta serta membawa dirinya masuk ke jajaran hartawan terkay