Kanvas, selain buat melukis, kain yang satu ini cukup diminati sebagai bahan untuk membuat pernik yang bisa digunakan sehari-hari karena daya tahannya.

Daya tarik itulah yang membuat Selia Cokro menyulap kanvas menjadi barang-barang serbaguna nan cantik yang bisa digunakan untuk memperindah rumah dan tampilan sehari-hari. Lewat brand-nya Canvas Living, Selia yang akrab disapa Sally mengubah bahan kanvas menjadi dompet, tas, wadah tisu, hingga sarung galon.

Barang-barang dari kanvas yang dijualnya memiliki sentuhan gambar-gambar lucu hasil rancangannya sendiri untuk meningkatkan nilai jual. Untuk menyematkan gambar-gambar tersebut, Sally mencetaknya dengan menggunakan metode sablon manual atau silk screen printing.

Untuk memperkenalkan Canvas Living, Sally mengaku bahwa ia rajin mengikuti bazar hingga 3 kali dalam sebulan. Namun, demi mempertahankan keterjangkauan harga, Sally membuka gerai Canvas Living pertama di Pondok Indah Mall.

 

Meski mengaku lebih suka bertemu langsung dengan pelanggan saat membeli produk dan mengetahui pendapat mereka, tapi Sally tidak bisa menolak perkembangan zaman. Sally-pun memasarkan produknya lewat website, dan media sosial lainnya. Hal ini dianggapnya cukup membantu pelanggan dari luar kota yang ingin membeli produknya.

Kini, Canvas Living mampu menjual dua sampai tiga ribu buah item per bulannya, dengan harga jual barang mulai dari Rp50 ribu hingga Rp450 ribu rupiah. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Sally mempekerjakan 15 orang pekerja dan menerapkan sistem inden atau pesanan bila kapasitas produksi terlalu overload.

Demi memenuhi kepuasan pelanggan, Sally tidak segan menerima saran dan keluhan agar produknya bisa lebih baik lagi. Bila pelanggan menemukan cacat pada barang, maka Sally akan menukarnya dengan yang baru. Begitu pula jika ada pesanan khusus yang diminta oleh pelanggan.