Belum juga setahun, namun @Jakartavintage telah diliput oleh beberapa majalah interior yang cukup prestis seperti Martha Stewart LIVING, Elle Decoration, Dwell, Home & Décor, Femina dan juga beberapa program acara interior oleh stasiun TV: Metro TV dan RCTI. Beberapa hal yang bisa kita petik sebagai pelajaran tentang bagaimana @JakartaVintage membangun brand bisa dibagi dalam beberapa langkah praktis di bawah ini :

  1. Content is the King

Menciptakan konten dan mengisinya secara konsisten merupakan hal penting untuk dilakukan dan memberikan impact yang tidak terduga. Konten bisa berupa macam-macam dari foto, artikel sampai video yang berisi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan @jakartavintage.

  1. Memanfaatkan channel secara maksimal

Website, blog, forum, facebook, twitter, pinterest, instagram, youtube, path adalah beberapa channel yang tersedia gratis. Sayang sekali kalau kita tidak memanfaatkan channel di mana audience/komunitas banyak berkumpul. Masing-masing channel memang memiliki karakter dan kelebihan tersendiri. Biasanya website dipakai sebagai rumah di mana segala kegiatan komunikasi bermula. Dari rumah itulah disebarkan sharing ke berbagai channel.

  1. Menyapa fans secara rutin dan telaten

Komunikasi dua arah itu bagaikan kita “ngobrol” dengan teman dekat/akrab. Tak boleh ada jarak di mana kita sejatinya sejajar. Spirit ini penting untuk keberlangsungan Brand. Berkolaborasi menjadi spirit penting. Mengajak orang lain terlibat menjadi lebih baik dibanding memaksa orang lain sebagai penonton kita. Menanggapi setiap komen yang disampaikan oleh fans/follower penting sekali, apalagi kalau berupa usul yang positif. Tak hanya menciptakan konten online tapi juga melakukan kegiatan offline.

  1. Kegiatan offline adalah nyawa bagi konten yang baik walaupun kegiatan utama tetap di digital.

@jakartavintage melakukan kegiatan offline secara rutin; dari vintage tour sampai berpameran/auction. Belum lagi kegiatan hunting barang-barang vintage di flea market yang sering difilmkan melalui channel youtube dengan editing yang sederhana.

  1. Menciptakan makna yang unik

Sekecil apapun konten yang kita ciptakan harus mampu member makna bagi publik. Baik itu yang sifatnya sosial (social entrepreneurship) atau produk/jasa haruslah memberi enlightment bagi publik. Harap diingat bahwa di dunia digital orang pada dasarnya SEARCH. Nah kita harus cukup menarik untuk disearch atau difollow. Menghibur, mendidik, mencerahkan atau menyebarkan kebaikan sangat vital bagi konten saat ini. Jakarta Vintage adalah contoh bagaimana sebuah hobi atau kesenangan akhirnya bisa menjadi sebuah brand. Spirit sharing menjadi penting untuk membangun brand karena pada hakikatnya sharing is the new currency. Sebarkan makna dan bermanfaat bagi orang kebanyakan dan tak usah heran kalau menebar manfaat bagi kita sendiri. Setuju?

 

Comments

  1. Yang susah dari sharing itu konsistensinya kalo buat saya. Thank you artikelnya mas. Inspiring!

  2. Indra says:

    Awesome.