Apa yang terbersit di benak kita begitu mendengar kata desa? Yak, mungkin sebagian besar dari kita berpikir desa adalah daerah yang kurang berkembang dan hanya memiliki sedikit potensi. Pemikiran ini semakin menjadi karena kita tahu banyak penduduk desa yang memutuskan untuk keluar dari desanya dan memutuskan untuk mengadu nasib di kota. Perpindahan penduduk dan pandangan yang cenderung negatif mengenai desa, menggeser nilai-nilai dasar dari pedesaan itu sendiri, seperti ikatan sosial seperti gotong royong yang tergerus dan hampir punah.

Menurut data, Indonesia memiliki 72.994 desa dan sebagian besar mata pencaharian terkait dengan SDA dan lingkungan hidup. Masyarakat desa seolah tidak memiliki pilihan penghasilan lain selain bertani atau beternak, sehingga perekonomian desa tidak banyak berkembang.

Menyoroti hal ini, seorang putra kelahiran Temanggung bernama Singgih S. Kartono merasa terpanggil untuk menjadikan desanya lestari dan mandiri lewat sebuah gerakan kreatif.

Singgih, yang dikenal dengan desain produk radio kayu Magno, kini hadir dengan sebuah gerakan pemberdayaan desa yang bernama Spedagi Movement. Ia merasa prihatin dengan kondisi desa. Menurutnya, desa adalah kekuatan dan masa depan Indonesia. Selain mampu menjadi tulang punggung perekonomian yang lebih lestari, desa juga melahirkan dan membentuk kehidupan sosial yang lebih peka ketimbang kehidupan kota. Di sisi lain, perkembangan teknologi jaringan internet saat ini, justru bisa dimanfaatkan dan menjadi modal utama bagi warga desa untuk berkembang dan saling terkoneksi.

Singgih-pun memutuskan untuk kembali ke desanya dan beraktivitas di Piranti Works – di mana ia menjalankan Spedagi Movement dalam memberdayakan penduduk desa. Dengan membawa gerakan ini, ia menunjukkan bahwa meskipun berkarya di desa, karyanya masih bisa mendunia. Bersama Spedagi Movement yang memberdayakan potensi masyarakat dan daerah Temanggung lewat kreasi kreatif, Singgih ingin mengubah anggapan orang mengenai desa dan menjadikan banyak desa di Indonesia memanfaatkan potensinya, terutama di bidang kreatif untuk menjadi desa yang mandiri dan lestari.