Waktu masih kecil, patokan orang tua untuk menilai potensi anaknya cuma melihat dari nilai rapor. Kalau nilainya bagus berarti pintar, kalau jelek berarti bodoh. Hanya saja, penilaian seperti itu sangatlah outdated alias ketinggalan zaman.  Penilaian yang hitam-putih ini dampaknya bisa sangat besar bagi si anak, terutama untuk rasa percaya dirinya, karena bisa saja si anak memiliki kepintaran lain di luar kepintaran akademis. Anak yang nilai matematika-nya jelek bukanlah standar kalau dia tidak bisa memiliki masa depan cerah. Menurut buku Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligence karangan Howard Gardner, ada beberapa tipe kecerdasan yang ada pada manusia.

Tipe kecerdasan ini juga yang bisa menentukan potensi apa yang ada pada diri kamu sebenarnya. Bila kamu memutuskan untuk fokus pada kecerdasan yang kamu miliki, tidak mustahil kamu bisa keluar dari pakem yang ada dan meraih sukses yang dirasa tidak mungkin sebelumnya.

Mengetahui tipe kecerdasan juga sangat penting bagi wirausahawan. Ada ungkapan yang mengatakan, bila kamu hanya memiliki satu keahlian, poles terus keahlian kamu hingga kamu menjadi yang paling ahli dalam bidang yang kamu kuasai. Misalnya, kamu jago masak, latih terus keahlianmu sampai kamu menjadi orang yang paling jago masak dan bisa membuka restoran di mana banyak orang yang nagih dengan rasa masakanmu.

Nah, sudah siap melihat tipe kecerdasan apa yang kamu miliki, yuk intip!

Kecerdasan interpersonal: kamu yang punya banyak teman dan mudah bergaul memiliki kecerdasan ini. Kecerdasan ini membuatmu mudah bersosialisasi, membangun network dan memiliki jiwa pemimpin. Pekerjaan yang sesuai untukmu adalah yang berhubungan dengan komunikasi publik, seperti politisi, pekerja sosial, guru, dan aktor.

Kecerdasan intra-personal: kecerdasan ini melibatkan pemahaman lebih tentang diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri dan apa yang dimau, kamu bisa merencanakan masa depan yang pasti. Walau tidak tampak terlalu menonjol dalam hal nilai, tapi seluruh langkah hidup sudah diperhitungkan dengan akurat. Pekerjaan yang sesuai adalah yang jelas target dan tujuan akhirnya, karena orang-orang dengan kecerdasan ini tidak akan berhenti sebelum mencapai apa yang diinginkan.

Kecerdasan linguistik: kemampuan untuk mengubah visual menjadi rangkaian kata-kata. Kamu juga lebih gampang meresap dan memelajari bahasa asing. Kamu memiliki kosa kata yang kaya untuk mengekspresikan sesuatu. Pekerjaan yang sesuai untuk kamu adalah penulis, penyair, atau penerjemah.

Kecerdasan logika-matematika: biasanya orang dengan tipe ini suka terlihat bermalas-malasan dengan bermain game seharian, tapi mereka memiliki kemampuan untuk melahap semua yang berbau matematika dan cenderung malas untuk menghapal. Pekerjaan yang sesuai untuk kamu yang memiliki kecerdasan ini adalah pendiri start-up, programmer, ilmuwan, hingga dosen matematika.

Kecerdasan spasial: kamu yang memiliki kemampuan untuk menerjemahkan ide abstrak ke dalam gambar. Kemampuan ini membutuhkan gabungan antara imajinasi, manipulasi objek, kemampuan menggambar, dan jiwa artistik. Pekerjaan yang sesuai untukmu adalah pelukis, dan desainer grafis.

Kecerdasan fisik: bila kamu bisa menggerakan tubuh dengan fleksibel dan cepat, kamu memiliki kecerdasan tipe ini. Orang-orang dengan tipe kecerdasan ini diuntungkan karena mereka memiliki potensi untuk menjadi atlet, penari, dan segala profesi yang membutuhkan gabungan antara otak dan fisik.

Kecerdasan musikal: orang dengan kecerdasan ini cenderung sensitif dengan nada dan irama. Bagi mereka, setiap nada memiliki makna dan suasananya sendiri. Mereka yang punya kemampuan ini bisa menjadi komposer atau penyanyi.

Kecerdasan naturalis: kecerdasan ini mampu membuat orang yang memilikinya sensitif dan dapat membedakan setiap rasa  yang tersedia di alam. Orang dengan kecerdasan ini cenderung memiliki ketelitian dalam memilih produk. Kamu yang punya kecerdasan naturalis cocok menjadi chef atau botanis.

Kecerdasan eksistensial: mereka dengan kecerdasan ini cenderung lebih filosofis, tenang dan tidak mudah terprovokasi. orang-orang dengan kecerdasan eksistensial selalu mempertanyakan mengapa mereka lahir ke dunia dan untuk apa. Pekerjaan yang sesuai adalah psikolog, bidang kreatif, hingga pemikir.