Meskipun 66 persen penduduk negara-negara Asia Tenggara memandang bidang wirausaha sebagai pilihan karier, tapi menurut laporan Bank Dunia di tahun 2016, pertumbuhan kewirausahaan sosial di Asia masih sekitar 12 persen per tahun.

Bila bisnis wirausaha yang ‘biasa’ pertumbuhannya masih lambat, wirausaha sosial alias sociopreneur mungkin pertumbuhannya sangat lambat. Sulitnya para pelaku sociopreneur untuk mendapatkan investor menjadi salah satu penyebab sociopreneur jarang dilirik sebagai media usaha. Bila dipandang dari sisi investor, kurangnya kemampuan para sociopreneur untuk meyakinkan mereka, membuat para investor tidakberani ambil risiko untuk mengeluarkan dananya.

Berikut tips-tips untuk menjaring investor dalam menjalankan wirausaha sosial:

  • Carilah sumber dana untuk jangka pendek agar kamu dan bisnismu bisa mulai dan beroperasi, agar calon investor jangka panjang bisa melihat hasilnya dan tertarik untuk bergabung.
  • Reach dan engage kepada calon investor jangka panjang. Tatap muka melalui forum-forum dan kesempatan untuk memberikan presentasi mengenai usaha sosialmu.
  • Inovasi, buatlah model bisnis sesuai dengan perubahan dan kebutuhan yang terjadi di masyarakat. Calon investor akan tertarik bila model bisnismu masuk akal dan bisa mengubah hidup masyarakat.

Apakah kamu ingn menjadi sociopreneur? Cerita, yuk apa saja yang kamu rencanakan!