Kebab, hidangan khas Timur Tengah dan Afrika ini  adalah sebutan untuk berbagai masakan daging panggang atau bakar yang ditusuk memakai tusukan atau batang besi.  Daging yang umum dipakai untuk kebab adalah daging domba dan daging sapi, atau kadang-kadang daging kambing, daging ayam, ikan, atau kerang. Kebab daging babi dikenal dalam masakan Azerbaijan, Bulgaria, Siprus, Yunani, dan negara bagian Goa di India.

Indonesia patut berbangga karena memiliki salah satu jaringan waralaba kebab terbesar di dunia, Kebab Baba Rafi dibawah nama perusahaan Baba Rafi Enterprise milik Hendry Setiono. Bukti terkini Baba Rafi adalah memiliki 1.000 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, Malaysia dan Filipina dengan omzet miliaran rupiah.

Kisah bermula ketika Hendy pergi ke Timur Tengah dan menemui banyak penjual makanan khas Turki, yaitu kebab, ia kemudian memperoleh ide untuk mengembangkan usaha Kebab Turki tersebut di Indonesia.

Banyak sekali tantangan yang didapat Hendry ketika mengembangkan usahanya dengan modal Rp 4 juta. Dengan perjuangan selama 9 tahun hasilnya terlihat seperti sekarang, “Karena waktu itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa, serba terbatas dalam semua hal: permodalan, kemampuan bisnis, manajemen usaha, mengatur persediaan bahan baku, dan lain-lain,” ujar lelaki yang sempat kuliah di Jurusan Informatika ITS Surabaya ini.

Hendy kini banyak diundang ke berbagai seminar dan pelatihan usaha. Dalam kesempatan itu, ia senantiasa berbagi aneka tips dan trik bisnis agar berhasil membangun bisnis usaha waralaba.

Menurut Hendry, ada 6 komponen yang harus menjadi pertimbangan untuk memajukan usaha, yakni:

  1. Merek dagang (brand).
  2. Sistem usaha yang mencakup cara mengelola dan mengontrol usaha, pola penggajian karyawan.
  3. Supporting system yang mencakup persiapan usaha, pola rekrutmen dan pelatihan karyawan, dan kesiapan ketika bisnis sudah berjalan.
  4. Adanya standard operating procedure (SOP). SOP disarikan dari hasil berbagi pengalaman (baik dan buruk) dengan para pelaku usaha.
  5. Pemasaran (marketing). Komponen ini mencakup cara-cara meningkatkan omzet beserta alat pemasarannya (marketing tools).
  6. Suplai bahan baku. Suplai bahan baku terbilang aman jika memiliki kekuatan bernegosiasi dengan para pemasok bahan (supplier). Dengan begitu, bisa mendapat bahan baku yang lebih murah tapi kualitasnya baik, dan menjadi prioritas.

Bagaimana sahabat? Sudah memenuhi persyaratan-persayaratan diatas dalam bisnismu?

 

Sumber:
Finance Detik
Intisari Online
Yedylicious.com