Coba tunjuk tangan, berapa banyak dari kita yang punya ide cemerlang dan kreatif namun akhirnya kandas dan terkubur selamanya karena kita tidak juga mengeksekusinya? Berapa kali kita terlintas sebuah ide yang unik, dan kemudian berkata kepada diri sendiri,

“Ini kayaknya ga mungkin deh gue lakukan, ide ini terlalu sulit, dan sebagainya dan sebagainya…”

Bahkan sebelum merencanakan, kita seringkali membunuh ide kita lebih dulu. Tidak berani bertindak dan mencari alasan.

Coba tunjuk tangan juga, berapa banyak dari kita yang punya ide menarik, tahu step-by-step yang harus dilakukan, namun sayangnya memilih ‘slow track’.

“Alah, gampanglah ini dikerjain nanti aja, toh masih banyak waktu.”

Namun hasilnya? Kita lupa, terlalu sibuk menghabiskan waktu yang justru tidak menghasilkan apapun, dan energi kita sudah hilang untuk menggerakkan diri mewujudkan ide tersebut.

Saya pun teringat ketika saya pertama kali mulai serius nge-blog. Waktu itu saya hanya punya beberapa catatan-catatan penting terkait bisnis dan pengembangan diri. Saya memutuskan untuk membuat blog pribadi dan mengisinya dengan ilmu, karena saying, kalau ilmunya hanya tersimpan dibuku catatan. Tidak disangka, berawal dari blog, saya ditawari menulis buku, mengisi seminar dan yang lebih dahsyat lagi, perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan positifnya perkembangan bisnis saya. Dalam waktu kurang dari 12 bulan, Alexa blog saya naik dua belas juta peringkat, para pembaca rupanya cukup antusias dengan catatan-catatan saya.

Kemudian kenangan ini membawa saya kembali pada kenangan setahun yang lalu, berawal dari ide sederhana dengan Kak Beky. Kami berpikir untuk membuat sebuah komunitas TDA untuk mahasiswa, kami piker mahasiswa perlu nilai-nilai kehidupan yang lurus sebagai fondasi pengembangan bisnisnya, tidak meluluhanya berorientasi uang. Dua minggu setelah ide tersebut, Komunitas TDA Kampus berdiri – www.tdakampus.com, tepatnya pada bulan Februari 2012 di Depok.  Siapa sangka kini membernya sudah lebih dari 200 orang? Kami pun telah membuka 2 Komunitas TDA Kampus di Semarang dan Yogyakarta. Nah, siapa sekarang yang masih mikir lama daripada JUST DO?

 

 

 

 

 
Arry Rahmawan

Founder CerdasMulia Training and Learning Center

Comments

  1. Mas Ary ini masih muda dan memang pantes kalo disebut ProBlogger.
    Memnag blogging menjadi sarana Personal Brand. Tanpa tendensi jualan, dengan posting blog, kita biasa dianggap expert walhasil berhasil menjual.

    Salut juga dengan teman2 TDA Kampus. Bebrapa saya kenal member TDA Kampus SMG, personalny amemang punya semangat tinggi dan tangguh.

    Great idea never born when it’s executed. Salam Blogger!