Karya seni di Indonesia, seringkali masih diremehkan. Karya seni dianggap kelas dua dalam kehidupan sehari-hari. Seberapa sering kamu mendengar orang nyeletuk, “Ah, begini doang mahal amat” atau kalau kamu berkecimpung di dunia seni, berapa banyak teman kamu yang nyeplos, “Harga teman, ya?”

Itulah yang ingin diubah oleh Winarti Handayani. Seorang lulusan dari Rhode Island School of Design yang mendalami seni ilustrasi dan memiliki bisnis yang diberi nama Kamalika Artprints.

Setelah lulus di tahun 2000, Winarti mencoba berbagai macam pekerjaan. Mulai dari ilustrator buku anak hingga membuat pameran lukisan. Dari pengalamannya tersebut, Winarti menyadari bahwa apresiasi orang Indonesia terhadap karya seni – terutama seni lukis tangan – dirasa sangat kurang. Winarti merasa bahwa jalan dari seni lukis dan ilustrasi masih susah, hingga akhirnya ia mencoba strategi lain, yaitu dengan mencoba-coba untuk mencetak ilustrasi buatannya sebagai kartu ucapan di tahun 2010.

Winarti mulai memasarkan kartu-kartu buatannya di pameran untuk para ekspatriat. Tak disangka, ternyata para ‘bule’ menyukai kreasinya. Dari situlah Winarti mulai serius menjalankan bisnisnya. Ia mengkreasikan karyanya tidak hanya pada kartu, Winarti mulai mencetak desainnya lalu dibingkai untuk dekorasi kamar anak. Karena banyak peminat, baru dua kali pameran, produknya yang saat itu sudah diberi brand Kamalika sudah dilirik ritel besar. Menurutnya, kartu ucapan anak yang artsy masih sangat sedikit dan terbatas pada kartu cetak seperti yang dimiliki oleh Disney.

Sadar bahwa karyanya lebih disukai kaum ekspat, Winarti juga mencoba untuk menarik pasar lokal. Di tahun 2013, Winarti mulai mencoba memproduksi produk yang lebih disukai orang Indonesia. Ia-pun mencoba untuk membuat tas sederhana seperti tote bag dengan ilustrasi buatannya yang menghiasi permukaan tas sebagai selling point-nya.

Peralihan dari pencetakan kertas ke kain membuat Winarti menemukan tantangan. Ia mengaku harus melakukan banyak riset dan melihat bahan-bahan yang sesuai, juga melakukan trial and error untuk memastikan ketepatan dan kualitas. Namun, dari proses inilah, Winarti jadi lebih tahu dan memiliki pengalaman baru.

Dari perjalanan ini, Kamalika kini memiliki workshop dan mesin sendiri, serta telam mempekerjakan karyawan produksi sebanyak 10 orang untuk menjaga kualitas dan kecepatan produksi. Meski ia mengaku, modal yang ia keluarkan untuk mesin cetak tergolong besar.

Dalam satu tahun, Kamalika mengeluarkan setidaknya dua hingga tiga desain baru, terutama di bulan-bulan perayaan seperti Lebaran dan Natal. Karena Winarti masih memproduksi ilustrasinya seorang diri, ia harus mendorong dirinya untuk tetap konsisten dan melahirkan ilustrasi-ilustrasi baru

Kamalika kini hadir di Alun-Alun Indonesia, Lotte Shopping Avenue, dan toko di daerah Dharmawangsa. Omzet yang dihasilkan-pun mencapai lebih dari Rp100 juta dan angka penjualan biasanya meningkat drastis di akhir tahun.