Melissa nampak selalu bepergian kemanapun dengan membawa sebuah buku gambar yang siap menjadi media berekspresi. Baginya, berekspresi melalui gambar-gambar yang bercerita adalah aktivitas kreatif sehari-hari yang menyenangkan. Eksploratif. Itulah satu kata yang bisa digambarkan dari seorang Melissa melalui brand yang dia ciptakan, TULISAN.

Melissa adalah seorang storyteller sejati; sebut saja “Les Papillons de Victor”, “Pepe” sampai “The Secret Garden of Admiral Kasarung” hanyalah beberapa karya fenomenalnya. Yang menarik dari cara Melissa membangun brand TULISAN bagi saya adalah cara dia menebar ceritanya. Melihat blog yang memiliki akun @mytulisan saya terhibur dan begitu menikmati.

 

Ekspresi personal khas seorang storyteller dilampiaskan dengan indah di website/blognya. Dari “Sketching a Routine” sampai cara mendisplay portfolionya begitu sedap dipandang mata. Tak hanya itu komitmen yang berkesinambungan pun menjadi spirit yang menyatu dalam design dan ikon-ikon yang diciptakan.

“WE AIM TO BUILD A HEALTHIER COMMUNITY.  We strive to improve the quality of our products using sustainable design principles to foster a healthier environment”.

 

Cerita yang indah dan dikemas dengan indah pula menjadi kekuatan sebuah brand TULISAN. Memanfaatkan channel-channel yang tersedia secara gratis seperti Pinterest, Instagram, Facebook, Twitter sampai Youtube TULISAN tetap menampilkan ciri khas dan tertata rapi. Ditambah dengan display toko yang menjadi showcase karya-karya Melissa, lengkaplah cerita indah brand TULISAN.

 

Menyusun cerita adalah yang utama. Dari tag yang berbentuk buku kecil atau sekedar satu postcard kecil selalu konsisten menceritakan pesan yang hendak disampaikan. Storytelling PEPE misalnya tetap menjadi yang utama walaupun ketika dia menjadi tema sebuah pocket bag. The Power of Storytelling terbukti bagi brand ini, FREE PUBLICITY adalah ganjarannya. Puluhan majalah/koran telah memberitakan brand TULISAN.

Memanfaatkan channel secara maksimal sangat bermanfaat bagi brand. Pelajaran yang kita petik dari Melissa, tak hanya Instagram atau Pinterest yang dimanfaatkan namun juga blog-blog prestis seperti @Etsy atau @Anthropologie juga dipakai untuk ajang memarketingkan brand. Hebatnya cerita.