Sejak Anita Roddick dengan Body Shop mendobrak dunia dengan spirit DO GOOD kepada planet ini, semakin banyak brand-brand yang mengikuti jejaknya dengan spirit yang kurang lebih sama.  Disamping menjadi businesswoman, Anita tercatat sebagai seorang human rights activist dan environmental campaigner. Sebagai founder Body Shop yang memproduksi kosmetik dengan membawa misi ethical consumerism.

Saat ini spirit DO GOOD semakin subur di planet ini. Apakah ini pertanda baik? Bukankah menjadi pengulangan semata sehingga titik inovasi dan kreativitasnya rendah? Bagi saya pribadi ini sebuah kabar baik. Tak perlu takut sebuah virus kebaikan menyebar.

Sebuah produk kaca mata keren @WarbyParker membuat program “Buy a Pair, Give a Pair”. Berpartner dengan lembaga non-profit, mereka membuat gerakan membantu masayarakat miskin di India untuk bisa membaca. Membantu membagikan kacamata secara gratis kepada orang yang tidak bisa membaca atau memasukkan benang ke lubang jarum. Asosiasi yang kuat antara program dengan produk atau brand tentu menjadi aset besar.

Socialpreneurship menjadi sesuatu yang valuable sejak Anita Roddick mempelopori DO GOOD dan kini semangatnya terus menyebar, kenapa? Ada beberapa alasan kenapa socialpreneurship tumbuh subur :

1.  Crowdsourcing membawa spirit partisipasi dimana kebaikan tentu menggerakkan dan membawa spirit yang secara komunal bisa berkembang.

2.  Muncul dan berkembangnya aspek teknologi digital justru membangkitkan aspek emosional manusia. Saat ini adalah jaman paradoks, teknologi maju, sementara kebutuhan hubungan antar manusia justru berkembang positif.

3.  Human Capital lebih penting dibanding Mass Product; manusia yang semakin terkoneksi membawa konsekuensi positif yaitu pendekatan yang sifatnya humanis lebih memiliki value. Eksploitasi alam sudah pada titik jenuh sehingga hal-hal yang bersifat peningkatan manfaat kemanusiaan lebih mendapat tempat.

Chris Houghton seorang graphic designer membuat produk karpet yang diberi nama NODE dengan semangat membantu anak-anak dan wanita Nepal. Sebuah kebaikan yang transparan dilakukan oleh individu, akan mendapat publicity seluruh dunia. Yang dilakukan Chris adalah sebuah movement yang simpatik dan membukakan mata dunia. Seorang Blake Mycoskie dengan  brandnya, TOMS, melakukan hal serupa kampanye kemanusiaan Warby Parker. Dengan program One for One : With every pair you purchase, TOMS will give a pair of new shoes to a child in need, program ini adlaah sebuah movement yang dilakukan pada beberapa negara Amerika Latin dan Afrika.

Semakin banyak brand berbuat kebaikan semakin kuatlah ikatan kemanusiaan yang terbangun. Brand semakin memberikan makna bagi dunia. Kita tunggu apa lagi? DO GOOD. DoInc.