Saat diperlihatkan slide satu halaman oleh teman saya @ayipbali bertajuk “PARADESA”, saya langsung takjub. Kenapa?

Dari satu kata ini pikiran saya langsung menggembara ke suatu cita-cita atau harapan yang ideal tapi nyata.  Muncul dibenak saya sebuah brand yang lahir dari sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat. Potensi masyarakat secara kolaboratif membentuk sebuah value chain yang tinggi. Bentuk kolaborasi ini seperti menghimpun segala potensi bangsa terutama yang berhubungan dengan produksi pangan. Potensi lahan yang luas dan subur, socio cultural dan expertise dari anggota masyarakat seperti bergayung sambut menjadi sebuah forum kekuatan dahsyat.

Sebuah movement menjadi kuat dan dinamis ketika berangkat dari sebuah masalah. Movement yang kuat muncul ketika memiliki spirit dan mampu memberi solusi. Brand kini dan mendatang menjadi kuat ketika mampu memberi makna positif dan transparan kepada khalayak. Problem pangan terutama ketahanan pangan yang dekat dengan attitude. Adalah sebuah tragedi ketika kita sebagai bangsa yang memiliki lahan yang luas dan subur ternyata hanya menjadi bangsa konsumen. Dan adalah sebuah ironi ketika kita tak bangga lagi menjadi bangsa yang memproduksi hasil pangan.

Menghasilkan produk-produk pangan atau pertanian yang berkualitas adalah COOL. Menciptakan brand-brand makanan yang berkualitas adalah membanggakan. Memberi kemaslahatan bagi masyarakat dalam arti luas; kesehatan dan kesejahteraan adalah sebuah kebaikan (Do Good).

Produk Paradesa

Hari Rabu 17 April, DoInc bersama Komunitas Tangan Di Atas (TDA) me-launch PARADESA dengan optimisme bersama yang tinggi karena kesadaran pentingnya sebuah program aksi yang semakin dibutuhkan saat ini. Mas @fauzirachmanto sebagai presiden baru TDA mengatakan bahwa saat ini jamannya ACTION bukan lagi wacana. Senang sekali ketika banyak pihak secara organik mendukung dan ingin berkontribusi dengan PARADESA. PPPI, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia melalui salah satu ketuanya @janoearijanto pun ikut bergabung dengan gerakan ini. Menurut Janoe; potensi PPPI sebagai organisasi profesi yang besar dengan PengDa-PengDanya bisa memberi kontribusi pada area komunikasi dan marketing.

Mata Rantai Paradesa

Ketika saya bersama Ayipbali melakukan roadshow di Yogyakarta dan Semarang selalu ada komentar atau masukan yang hebat berhubungan dengan PARADESA ini. Walaupun yang berkomentar tidak tahu atau belum tahu tentang program PARADESA. Komentar-komentar yang datang membersitkan harapan bersama untuk membangun sebuah supply chain yang kuat dari produk-produk atau brand-brand pangan yang berkualitas.

Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengisi kebutuhan akan produk dan brand pangan International yang berkualitas. Ayo kita kolaborasikan semua potensi kita; dari para ahli disegala bidang yang terkait dan seluruh entrepreneur yang bergerak di area ini. PARADESA adalah sebuah movement milik kita yang jelas arah dan cita-citanya.

Bersyukur sekali bisa melakukan kolaborasi serta co-creation yang kuat, dan PARADESA akan menjadi milik bersama. PARADESA boleh dibaca Paradise. Let’s bulid the paradise :)

 

Comments

  1. Eko Pramudya says:

    Ide yang luar biasa, sungguh tampilan modern dari kegiatan-kegiatan yang dianggap kuno oleh beberapa pihak.
    Selamat buat PARADESA
    @gepramudya

  2. PARADESA semoga menjadi benar2 surga para petani, crafter, UKM dalam peningkatan ekonomi. Dan PARADESA menjadi alat Sosio-cultural di tengah kongsi-kongsi perusahaan yang mengatasnamakan CSR (Corporate Social Responsible)-nya.
    Salut!

  3. Ericooter says:

    Mantab,,semoga dapat mengupgrade desa desa di indonesia,,mainkan terussss….:)

  4. bongrizqi says:

    Baca artikel PARADESA ini, pikiran saya langsung menyala, pikiran saya langsung tertuju ke desa saya, di Cilacap tercinta…

    101% saya dukung untuk PARADISE! 😀

  5. @hopenker says:

    Great !! Menemukenali kembali potensi lokal bersama harapan dan kepedulian

  6. mendukung dg segenap jiwa raga

  7. Meinar says:

    Maju terus teman-teman PARADESA untuk membantu produk Lokal!!!

  8. Ikhwanushofa says:

    Salam.
    Mas Handoko Hendroyono, sy Ikhwan, OC dr seminar Sragen Kota Kreatif bsk Juni momen hr jd Sragen yg diadakan Pemkab, mohon no kontak panjenengan, kt berharap Mas Han dpt mengisi seminar tsb. Pripun Mas? No ktk sy 082138881313.
    Nuwun. Wassalam.

  9. yanti says:

    maju terus paradesa, sama dengan yang kami lakukan di malang, Kami mempunyai brand PELANUSA (pelangi nusantara) hasil produk komunitas perajin kerajinan tekstil…
    maju terus untuk menang di pasar lokal

  10. Taufiq TQ says:

    Mantab, sukses…..jadi ingat dulu saya mau bangun desa….dengan ada komunitas ini…jadi semangat lagi….

  11. menarik banget artikelnya. kami di program desa inovasi juga mencoba membangun produk lokal berkualitas dengan sentuhan inovasi. berharap bisa sharing sama mas Handoko :)

    tks

  12. Were rio says:

    Nice concept padu dengan ide biliant. Produk2 asli Indonesia yg sering kita jumpai tiap hari, dikemas dengan begitu ciamik. ini salah satu New Soical Movement yg paling keren yg saya pernah liat diindonesia yg digalang oleh2 komunitas2 kreatif di Indonesia. Nice, nice, and awesome gans.. Mari memanen

  13. Arief Aw says:

    Keren baanget…
    berapa lama ya prosesnya bisa sampai sekarang ini???