Sebagaimana kita ketahui Papua memang punya sumber daya alam yang luar biasa. Dengan keelokan alamnya yang melimpah, tanah di ujung Timur Indonesia ini adalah impian sebagian besar traveler. Maka tak heran, oleh-oleh khas daerah ini juga menjadi buah tangan yang diburu pelancong. Selain kerajinan kayu, kain batik, papeda, dan buah buah matoa, jangan lupakan juga cokelat khas Papua.

Cokelat hasil bumi Papua ini biasanya dicampur dengan rempah dan sari buah merah yang berkhasiat. Rasa kesat dan teksturnya yang khas menjadikan cokelat ini berbeda dengan cokelat pada umumnya.

Salah satu yang mengembangkan cokelat Papua ini adalah sebuah Koperasi Serba Usaha (KSU) Namblong Indah Mandiri yang ada di Jayapura, Papua. Mereka bahkan berhasil melakukan perdagangan cokelat hingga ke Jepang. Dalam tiga bulan, KSU ini bertransaksi sebanyak 11 ton coklat melalui Alter Trade Japan (ATJ).

Namblong Indah Mandiri beroperasi sejak Oktober 2011. Wilayahnya meliputi Jayapura bagian selatan, Distrik Kemtuk, Kemtukgresi, Nimboran, Namblong, dan Nimbokrang. Daerah-daerah tersebut lazim disebut Grimenawa, pusat produksi kakao (coklat) di Papua.

Sebelum menjualnya ke pasar, Koperasi Namblong menampung biji kakao basah. Mereka juga mendampingi anggotanya untuk mengakses pasar dan meningkatkan kualitas hasil kebun. Salah satunya dengan sertifikasi organik yang didapat anggota. Dengan begitu, para petani menerima insentif berupa harga yang lebih tinggi dari tengkulak. Namun, Koperasi ini masih kesulitan mengolah coklatnya. Selama ini, mereka hanya mengirim biji kering kemudian diolah oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Jember (Jawa Timur).

Menurut Diah Rahardjo, Direktur Program Multi Stakeholders Program (MFP), memang masih banyak kendala dalam mendorong wirausaha kehutanan seperti ini. Kendala itu antara lain berupa minimnya kesempatan akses modal, terbatasnya informasi kebutuhan pasar,rendahnya kemampuan pengelolaan usaha, dan kemampuan untuk menjaga mutu produk.

Jumlah ekspor ini sebenarnya bisa lebih ditingkatkan. Mengingat di Jayapura terdapat setidaknya 22 ribu hektare kebun kakao.

m

Sumber:
Travel Detik
National Geographic