Berawal dari pengalamannya mendapatkan bibit singkong yang sudah direkayasa genetik (GMO) dan sang ayah yang hobi bercocok tanam dan beternak, Eseterlyta Pandjaitan memutuskan untuk membuat Moloka, sebuah brand industri rumahan di Bogor yang mengolah susu kambing menjadi sabun dan keju.

Pengalamannya dengan bibit singkong GMO dimulai pada saat musim kampanye partai yang banyak membagikan bibit-bibit tanaman. Saat itu, Lyta mendapatkan beberapa bibit singkong yang ia tanam. Saat panen, singkong yang dihasilkan memang besar-besar sekali, bahkan bisa sebesar paha. Tapi, ia menemukan keanehan. Pohon singkong tidak bisa lagi menghasilkan setelah dua kali panen, terlebih tanah tempat singkong tersebut ditanam jadi tidak bisa ditanami apapun.

Saat itu merupakan titik baliknya untuk tidak mau lagi menggunakan hal-hal yang direkayasa secara genetik. Lyta-pun kembali ke alam. Di tambah lagi, sang ayah yang seorang pensiunan baru membeli 100 ekor kambing Ettawa untuk diternakkan. Selama beternak kambing, 75% dari hasil susunya hanya mereka pasok ke pabrik keju. Namun Lyta kecewa karena harga susu yang ditetapkan pabrik tak seimbang dengan ongkos produksi.

Ia merasa, susu kambing seharusnya bisa dijadikan produk premium. Dari segi khasiat, Lyta tahu bahwa susu kambing punya nilai yang tinggi. Susu kambing lebih mudah dicerna perut sehingga lebih cocok bagi orang-orang yang mengalami lactose intolerant – alias keadaan di mana tubuh tidak bisa menerima laktosa yang ditemukan pada susu sapi – kebanyakan penderita lactose intolerant adalah orang-orang asia. Karena itulah, susu kambing produksi peternakannya laris di kalangan ibu-ibu yang ingin memberikan susu pada anak-anaknya yang baru lepas dari ASI.

Menurutnya yang menjadi tantangan untuk mengolah susu kambing menjadi keju adalah, belum adanya toko yang secara khusus menyediakan peralatan membuat keju. Lyta dituntut kreatif menggunakan barang yang ada. Belum lagi bagaimana cara menghilangkan bau prengus dari kambing yang terbawa ke produk susu dan sabun itu sendiri.

Diolah secara natural, seluruh produk Moloka tidak mengandung 4P, yaitu pengawet buatan, pemanis buatan, pewarna buatan, dan pengharum buatan. Bahkan, cokelat yang digunakan sebagai bahan sabun pun diolah sendiri dari peternakan. Pohon cokelat tersiram secara alami saat hujan dan diberi kotoran ayam sebagai pupuk.

Selain berjualan sabun dan susu kambing, Lyta disibukkan dengan workshop sabun. Lewat workshop inilah Lyta juga membawa kejunya untuk memperkenalkan bahwa keju dari susu kambing juga terasa enak. Menurutnya, saat menjalankan bisnis yang memiliki concern dengan alam adalah niat dari hati agar tidak menghasilkan produk yang menyumbang kerusakan alam, ditambah lagi ia berpesan, jangan ikuti tren buatlah dengan hati yang senang dan tujuan yang baik.