Pasar Papringan di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Temanggung semakin menjadi idola. Rimbunnya pohon bambu dan sajian panganan tradisionalnya menarik minat banyak orang, yang tidak hanya berasal dari Temanggung dan kota-kota sekitarnya, tapi juga dari jauh. Di balik kesuksesan ada sosok pengelola Pasar Papringan yang berusaha keras agar Pasar Papringan dapat meraih hati masyarakat, ia adalah Fransisca Callista yang menjabat sebagai Project Manager Pasar Papringan.

Sisca – panggilan akrabnya – bukanlah orang asli Ngadiprono. Wanita kelahiran Ciamis ini sejak 2 tahun terakhir telah mengabdikan diri dan tinggal di Desa Ngadimulyo untuk membantu pemberdayaan warga. Ia sengaja bermukim di desa tersebut karena menurutnya, ia tidak akan mampu melihat potensi sebuah desa bila ia tidak berbaur di dengan masyarakat desa tersebut.

Keputusannya untuk pindah ke desa menjadi pertanyaan bagi keluarga besarnya. Terutama setelah Sisca lulus dari program magisternya di Jepang pada tahun 2015 yang lalu. Sisca sadar keluarganya beranggapan bahwa bila ia tinggal di desa, maka ia akan hidup dengan hewan ternak dan hidupnya akan serba sulit; ditambah lagi, Sisca tidak akan sering-sering bisa bertemu dengan keluarga besarnya.

Bukan hanya keluarga, banyak pula yang memprtanyakan alasan mengapa Sisca mau bersusah-payah mengabdi di desa. Sisca-pun menuturkan bahwa ini telah menjadi pilihan hidupnya. Ia merasakan kebanggan bisa membimbing warga desa menjadi mandiri. Ia tak lagi mengejar kepuasan materi, tapi kepuasan batin yang belum tentu ia temukan bila ia bekerja layaknya orang kebanyakan. Sisca senang saat melihat warga desa bergotong-royong dan bisa hidup sejahtera bersama, ia mengaku bahwa hal tersebut bisa membuat hidupnya lebih bermakna.

Bukan hanya aktivitas jual beli, ada tujuan besar dibalik pengembangan Pasar Papringan, yaitu menyejahterakan warga desa. Sisca ingin warga desa yang akrab dengan kemiskinan bisa memiliki mata pencaharian yang didapatkan dari desanya sendiri tanpa harus keluar desa.

Sisca tidak sendiri, ia menjalankan pengembangan desa bersama mitra doinc. yaitu Spedagi Movement yang konsisten ingin melakukan revitalisasi desa dan warga desa setempat. Sisca mengaku bahwa modal, menyamakan pikiran, memberikan wawasan dan edukasi menjadi tantangan yang cukup berat. Namun, Sisca bersyukur bahwa ia bisa menemukan tim solid yang bisa mengatasi persoalan satu per satu.

Menurutnya, revitalisasi dan memajukan desa tidak perlu melakukan pembangunan yang serba baru tapi bisa memanfaatkan dan mengembangkan potensi kekayaan desa, seperti alam, sumber daya manusia, dan budayanya. Seperti kisah Pasar Papringan yang dulunya hanyalah sebuah kebun bambu tempat pembuangan sampah, bisa menjadi tempat tujuan wisata.

 

 

Harapan kedepannya, Sisca berharap warga Desa Ngadiprono bisa menjaga potensi-potensi kearifan lokal dan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sehingga anak muda yang ada di sana tidak perlu keluar desa untuk mencari mata pencaharian yang layak dan bisa menyejahterakan.