Indonesia itu kaya, nggak cuma dari hasil pertambangannya saja, tapi juga dari sisi agrikuluturnya. Itulah yang menyebabkan Helianti Hilman percaya diri untuk memasarkan produk pangan dari bumi Indonesia dengan nama Javara. Pada awal merintis usahanya, Helianti menampung berbagai varian beras lokal yang namanya nggak akrab di telinga orang saat ini, seperti Menthik Susu, Cempo Merah, Jenggot Netep, Wangi Menyan dan Andel Abang. Kelangkaan produk beras-beras ini membuat ongkos produksinya tinggi dan ia membanderolnya dengan harga 2-3 kali lipat dari harga beras yang ada di pasaran.

Helianti positif akan diterima dengan baik oleh pasar, beras-beras yang didapat dari komunitas petani dari daerah terpencil ini ia pasarkan ke dalam negeri dengan target pasar menengah ke atas. Namun, kepercayaan diri ini justru berbalik, pasar Indonesia tidak menyambut baik produk-produknya.

Sempat berhutang cukup besar pada kartu kredit, Helianti mengubah arah. Ia memutuskan untuk langsung menyasar pasar luar negeri sebagai targetnya sejak tahun 2011. Helianti-pun rajin mengikuti berbagai pameran produk organik seperti Biofach, SIAL Paris, dan SIAL Kanada. Kini, penjualannya didominasi pasar internasional dengan marketshare hingga 80%. Meski begitu, Helianti tidak langsung meninggalkan pasar dalam negeri, produk Javara bisa didapatkan di supermarket kelas atas.

Varian produk Javara-pun berkembang, kini produk ini telah memiliki total 640 jenis produk yang mencakup kacang hijau, rempah-rempah, madu, garam, gula merah, kacang mete, dan sebagainya. Mitra yang diajaknya bekerja sama berjumlah 50 ribu mitra petani yang dikelola oleh 100 mitra perusahaan pengolah produk di daerah sumber produk untuk mengawasi kualitas tanaman, panen, dan pengemasannya.

Bukan cuma menjual begitu saja, Helianti memasarkan produknya dengan cara mengombinasikannya dengan panganan lokal. Contohnya, Helianti memodifikasi saus pesto yang biasa dikonsumsi oleh orang Italia dengan kemiri yang berbuah pesanan berukuran kontainer. Karena itulah, Helianti terus berinovasi menguji coba aneka menu yang bisa dikombinasi dengan rempah yang dihasilkannya supaya penjualan produk tidak stagnan.