Kehamilan merupakan saat di mana kehidupan seorang perempuan seolah-olah jungkir balik. Banyak perubahan yang dialami, dan hal itupun dialami oleh Debora Gondokusumo. Dari pengalamannya saat hamil pertama tersebut, perempuan kelahiran 13 Maret 1984 mengubahnya menjadi sebuah produk herbal yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang, terutama ibu yang tengah mengandung dan menyusui yang dinamakan Herbilogy.

Saat tengah menyusui anak pertamanya, Debora mengalami kesulitan untuk memproduksi ASI. Karena latar belakang pendidikannya di Jurusan Teknik Kimia, Debora menyadari bahwa ia tidak ingin sembarangan untuk mengonsumsi ASI booster, dan ia merasa kecewa begitu menemukan ASI booster yang sesuai harus didatangkan dari luar negeri dengan harga yang mahal.

Karena alasan inilah, ia memutuskan untuk meninggalkan profesinya sebagai Senior Brand Manager produk perawatan kecantikan di perusahaan multinasional dan mendirikan Herbilogy. Setelah satu tahun riset, uji coba, dan mengurus sertifikasi, April 2016 produk Herbilogy diluncurkan.

Menurutnya, mengumpulkan bahan herbal untuk produksi yang besar merupakan hal yang tidak mudah. Apalagi, Herbilogy mengambil ekstrak alias hanya kandungan yang bermanfaat dari tanaman. Debora juga menginginkan hanya bahan terbaik yang masuk ke dalam produknya, dan itu terkadang tidak mencukupi. Sebagai catatan, hanya 1 produk yang bahan dasarnya diimpor dari Afrika Selatan, yaitu jintan hitam, dan sisanya merupakan hasil pertanian dalam negeri.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan ekstrak green coffee (kopi yang tidak disangrai), ia membelinya dari petani kopi jenis arabika di Sumatra Utara dan Aceh. Green tea dari Wonosobo dan Cianjur, katuk dan jahe merah dari petani binaan di Jawa Tengah. Ia juga membina petani di  Nusa Tenggara Timur dan beberapa daerah di Jawa Timur untuk menanam moringa alias daun kelor yang di luar negeri sudah sangat terkenal sebagai makanan super nutrisi. Hingga kini sudah 16 produk Herbilogy yang dipasarkan secara online dan toko produk makanan sehat.

Selain tantangan produksi, yang lebih menjadi perhatian Debora sejak awal adalah bagaimana membentuk mindset masyarakat untuk mau mengonsumsi makanan yang sehat demi kesehatan diri dan keluarganya.