Berawal dari kebutuhannya untuk membeli buku materi kuliah kedokteran yang tidak terbilang murah, Tirta Mandira Hudhi memulai bisnis yang terbilang unik. Yap, unik karena Tirta memiliki lini bisnis laundry sepatu.

Hobinya dalam mengumpulkan sneakers membuat dokter di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada ini paham betul mengenai perawatan sepatu. Sebelum terjun ke dunia cuci sepatu, Tirta pernah mencoba untuk menjadi reseller-nya, namun nahas kebangkrutan menghampiri. Walau sempat kecewa dan butuh duit, Tirta memaksa dirinya mencari bisnis sampingan, untuk mendapatkan modal banyak sepatu koleksinya yang dijual.

Sebelum dijual, ia membersihkan koleksinya terlebih dahulu dengan cairan pembersih, dari situ banyak teman yang ikut nitip dibersihkan juga sepatunya. Terbersit ide untuk menjalankan bisnis cuci sepatu. Shoes and Care (SAC) akhirnya dibuka pada 12 Oktober 2013 di sebuah forum online. Orderan pun mengalir, dalam sebulan ia bisa mendapat order 30 pasang sepatu.

kut

Saat ini outlet SAC yang telah memperoleh lisensi Saphir  mulai merambah kota-kota lain. Di Indonesia, total ada 19 outlet SAC. Di antaranya, 3 tempat di Solo, 3 Jakarta, 1 Tangerang, 1 Bandung, 2 Medan, 1 Palembang, 1 Semarang, 1 Depok, dan 5 Jogja dengan persentasi 75% milik sendiri dan 25%-nya kemitraan. SAC-pun mulai merambah negara tetangga, Singapura dan berencana untuk membuka outlet lainnya dengan memanfaatkan momen MEA.

Kendati telah menjadi dokter dan sukses menjadi pengusaha, Tirta juga memberdayakan anak muda lulusan SD dan SMP sebagai pekerja. Baginya, anak-anak putus sekolah sangat penting diselamatkan masa depannya. Ia-pun memercayakan tim kreatifnya dipegang lulusan SD untuk mecari inovasi. Saat ini ia mempekerjakan lebih dari 80 orang anak muda yang putus sekolah.

Tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai berbagai jenis sociopreneur? Follow twitter @doinc_

Kalau kamu mau share ide wirausaha berdampak sosial yang kiranya ingin kamu buat, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini!