on

 

Berawal dari sebuah keikutsertaannya dalam sebuah kegiatan non-profit di tahun 2014, Monty Hasan berkesempatan untuk mengujungi desa setempat dan bertemu dengan para pengerajin yang memproduksi tas dari bahan daur ulang. Di tambah kepeduliannya melihat tumpukan sampah di daerah kumuh Jakarta dan banyaknya bahan potensial yang terbuang percuma, menimbulkan keinginan dalam diri Monty untuk menciptakan produk keren yang dibuat dari bahan dasar daur ulang, sekaligus mempromosikan keberlanjutan untuk kelestarian alam.

Karena itulah Topiku tercipta sebagai brand pertama yang menciptakan topi snapback yang berbahan dasar material daur ulang.

Tahap pertama untuk menghidupkan brand ini adalah mengajukan usulan mengenai pengubahan limbah menuju produk baru ke XSProject, tapi sayang usulannya ini ditolak. Di tahun 2016 akhirnya Monty membuat crowdfounding dan berhasil mengumpulkan 20.990 Dollar AS untuk memulai proyek Topiku.

Dalam produksinya, topiku menggunakan 100% bahan daur ulang. Bahan dasar topi diambil dari sisa pabrik tekstil, kemudian dihancurkan menjadi serpihan dan dicuci sebelum dicetak menjadi bentuk topi. Sementara, bahan kulit yang digunakan berasal dari limbah produsen ikat pinggang dan sepatu, kancing yang digunakan juga terbuat dari kaleng minuman soda. Saat ini, Topiku menggunakan bahan katun daur ulang dari pabrik di Surabaya.

Topinya sendiri dibuat di Desa Rahayu di Cigondewah, Bandung. Pengerjaan Topiku dibagi ke setiap rumah yang berbeda dan setiap pengerajinnya diupah dua kali lipat dari UMR daerah tersebut. Para wanita juga tertolong karena Topiku berinvestasi di desa mereka. Lewat Topiku, para wanita di Desa Rahayu diberdayakan sehingga mereka lebih percaya diri akan kemampuan mereka dan bisa meningkatkan kemampuan finansial rumah tangga.

Saat ini, mayoritas pembeli Topiku berasal dari Amerika Serikat. Meskipun dibuat di Indonesia, stok barang Topiku disimpan di AS. Hal ini wajar mengingat Monty kini tengah menjalani pendidikan di Negeri Paman Sam bersama tiga orang rekannya yang juga berasal dari AS. Jadi, untuk pembeli di Indonesia harus menunggu shipping dari AS sebelum bisa memakai Topiku. Harga Topiku sendiri berkisar antara $30-$35. Monty berharap bisa menjual Topiku ke pasar Indonesia dengan harga yang lebih murah dan langsung dikirim dari Indonesia.