Reuce, Reduce, Recycle

Bermula dari perkumpulan ibu-ibu di sebuah sekolah, lahirlah Salam Rancage. Salam merupakan kepanjangan dari Sekolah Alam, sementara Rancage adalah kata dalam bahasa sunda yang berarti “terampil”. Komunitas ini mendaur ulang aneka macam sampah baik plastik, botol maupun kertas menjadi kreasi yang punya nilai barang tinggi sekaligus unik. Mulanya, Salam Rancage hanya digunakan sebagai tempat pelatihan produk kerajinan tangan bagi para murid Sekolah Alam Bogor dan masyarakat sekitar. “Asalnya, tempat ini hanya dipakai untuk pembelajaran,” ujar Tri Permana Dewi Aling Nur Naluri, atau biasa disapa Teh Aling. Ia menambahkan, saat didirikan bersama para guru di Sekolah Alam Bogor seperti Dedah Jubaedah, dan Engkos Abdul Kosim, Salam Rancage hanya sekadar tempat untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif, kreatif, dan membantu mewujudkan kebersihan lingkungan. Maka, dipilihlah pembuatan produk dari barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Sebagai salah satu pencetus ide, Teh Aling kemudian membentuk bank sampah.  Tentu saja ada upah karena Salam Rancage kemudian mengelola bank sampah tersebut, dimana setiap bulan warga dapat mengambil tabungan mereka sesuai dengan sampah yang dikumpulkan.

Salam Rancage membuat berbagai produk-produk kerajinan seperti tas, keranjang baju, tas laptop, dll. Karyawan salam Rancage terdiri dari 6 orang. Selain itu, Salam Rancage juga memberdayakan ibu-ibu di daerahnya untuk turut membuat produk-produk  Salam Rancage yang berjumlah 60 orang.

 

Tantangan pada bisnis daur ulang ini menurut Teh Aling adalah kinerja pembuat produk yang tidak stabil karena sebagian besar tidak terikat kontrak kerja. Solusinya adalah Salam Rancage harus terus menyemangati para ibu-ibu yang diberdayakan agar tetap bekerja dengan baik dan stabil.

Dampak dari bisnis yang dijalankan Salam Rancage sudah terasa, terutama di lingkungan mereka menjadi lebih bersih dan sehat. Karena itulah, produk yang dihasilkan Salam Rancage membawa dua pesan, yang pertama pesan lingkungan dan yang kedua pesan pemberdayaan.

Menurut Teh Aling, jika pada tahun 2012 omzet Salam Rancage mencapai Rp 3 juta per bulan, kini omzet bertambah hingga mencapai Rp 15 juta per bulannya. Rata-rata harga untuk produk-produk yang dijual mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp. 400 ribu.

 

Sumber:
Salam Rancage
Sobat Bumi
Yahoo!