Montreal memiliki Lufa Farm yang mempelopori rooftop farming diusung oleh pria asal Libanon, Mohamed Hage. Indonesia punya Ridwan Kamil, pendiri Komunitas Indonesia Berkebun yang kurang lebih memiliki semangat yang sama, program urban farming. Ridwan Kamil ingin memanfaatkan lahan tidur di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau yang dilakukan oleh masyarakat dan komunitas sehingga dapat memberikan manfaat bagi mereka.

“Berkebun bukan hanya pekerjaan petani yang konvensional, tetapi bisa menjadi suatu budaya baru yang tak hanya bermanfaat secara ekologi tetapi punya nilai ekonomi dan estetika.” ujar Emil yang dilansir dari www.femina.co.id.

Ridwan Kamil adalah seorang sarjana Teknik Arsitektur yang juga Dosen di Institut Teknologi Bandung. Ia memiliki kepercayaan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi, tapi dari Indeks of Happinessnya.

Tujuan dari dibangunnya Indonesia Berkebun juga pada awalnya adalah untuk menyediakan sebuah lahan lain bagi anak-anak selain mall, anak-anak pun lebih paham dengan konsep pertanian, bukan tidak mungkin mereka nantinya bisa menjadi petani kota, begitu kata Ridwan Kamil dalam video youtube Indonesia Berkebun.

Indonesia berkebun mempunyai konsep Ecology – Education – Economy. Pada awalnya organisasi ini memang hanya ingin menggalakan penghijauan pada lahan tidur dan menumbuhkan pengetahuan masyarakat tentang sayur apa yang bisa ditanam pada cuaca serta lahan yang sifatnya tentu berbeda-beda. Aspek ekonomi diperhitungkan karena hasil sayuran selain dapat dikonsumsi sendiri, tentunya juga dapat dijual.

Lahan, memang sebuah hal yang jadi issue ketika berbicara tentang bertani. Kreatifitas dibutuhkan dalam berkebun ala urban farming. Menanam secara vertikal di dinding, tabung air, kantong plastik gantung serta paralon dapat menjadi pilihan. Tanaman yang bisa ditanam juga beragam dari mulai bayam, kangkung, caisim. Tidak memiliki pot? Tapi punya gayung bekas? Tentunya wadah itu bisa dipakai.

Nah tunggu apa lagi? Ayo Berkebun!

 

 

Sumber:
www.femina.co.id
https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=EEZEDKhe89M
 
Sumber foto:
www.pini.org