Berawal dari kesadaran Yohanes Sugihtononugroho akan masalah pertanian Indonesia sejak terlibat dalam kegiatan di SMA dan kegiatan community development saat kuliah, PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde) akhirnya terbentuk. Sebelum terbentuk, Yohanes berkeliling dari desa ke desa untuk mencari tahu langsung kendala utama bagi para petani yang menjadi tulang punggung negara agraris seperti Indonesia. Dari penelitiannya itulah, Yohanes menangkap masalah utamanya adalah kurangnya akses permodalan.

Saat memulai, Crowde menemui tantangan berupa kepercayaan para investor karena banyaknya investasi bodong yang mengatasnamakan pertanian. Dari sisi petani, mereka sulit percaya orang baru karena sudah terlalu sering diberi harapan palsu baik dari kalangan pemerintah dan instansi.

Untuk meraih rasa percaya keduanya, Crowde membutuhkan satu orang petani untuk mencoba menggunakan solusi Crowde. Setelah melihat rekannya memiliki kehidupan yang lebih baik bersama Crowde, maka petani lain akan tertarik untuk mencoba. Sementara, dari sisi pemodal, Yohanes melakukan pendekatan ke teman dan keluarga, kemudian menjalar lewat berbagai forum di media sosial untuk mempromosikan programnya. Semakin banyak hasil sukses yang diraih dan peningkatan layanan, maka kepercayaan petani dan investor akan terus bertambah dan memberikan dampak berkesinambungan.

Lewat Crowde, petani digandeng untuk menjadi partner dan diberikan pengembanan pola pikir, pendanaan, dan pembentukan ekosistem dapat membantu menjual kepada para end user, sehingga mereka meraih pendapatan yang lebih baik.

Memberikan pinjaman adalah bisnis penuh risiko. Supaya tidak terjadi fraud atau gagal bayar, Yohanes melakukan berbagai analisa baik secara personal maupun proyeknya yang meliputi sejarah orang tersebut termasuk risiko setiap bibit yang ditanam.

Seiring berjalannya Crowde, tantangan-pun makin besar. Yohanes menceritakan pengalamannya difitnah oknum, dimusuhi rentenir, hingga kantornya yang dibakar. Kehadiran Crowde yang memberikan kemudahan bagi petani untuk mengakses modal kerja membuat para lintah darat resah, karena mereka kehilangan sumber pendapatannya.

Kedepannya, ia bercita-cita untuk semakin membuat petani hidup lebih sejahtera bersama Crowde. Melalui semangat gotong royong atau dengan patungan ini bisa mulai menggerakkan Indonesia ke arah yang lebih baik.