Ketika bicara soal makanan vegetarian, India bisa dibilang sebagai salah satu pelopor menu-menu non-hewani ini. Dalam pengolahan makanannya, era Vedic yang merupakan era di zaman India kuno (1500 – 500 tahun sebelum Masehi) memiliki filosofi tersendiri dalam urusan bersantap. Di era tersebut bahan-bahan makanan diperoleh dari area sekitar dan diolah secara alami untuk kesehatan.

Dalam penghidangan dan penyantapannya Vedic-pun memiliki tata cara tersendiri, yaitu:

  • Makanan harus disantap saat masih hangat dan disajikan dengan cantik untuk menciptakan atmosfir estetik bagi yang menyantapnya.
  • Makanan harus dipersiapkan dengan berbagai macam bahan, untuk meningkatkan rasa dan diperkaya dengan berbagai herba dan bumbu. Persiapan untuk penyajian makanan-pun harus dilakukan dengan jiwa yang tenang.
  • Jangan pernah mengonsumsi makanan di bawah pengaruh stres atau kekangan emosional.
  • Sebelum menyantap makanan, pusatkan pikiran ke makanan yang menjadi dasar energi tubuh. Lihatlah makanan yang disajikan dan berdoalah agar makanan tersebut bisa menyediakan keseimbangan, semangat, dan kesehatan.
  • Dalam penyantapannya, tidak baik bila makanan dimakan terlalu cepat atau terlalu lambat. Dilarang berbicara saat ada makanan dalam mulut.
  • Minumlah air satu jam sebelum atau sesudah menyantap makanan.
  • Jangan menyantap makanan lain sebelum makanan sebelumnya benar-benar dicerna karena tidaklah sehat.
  • Kuantitas makanan yang dicerna saat makan seharusnya mengisi perut 2/3 bagian dan tidak membuat perut kenyang sepenuhnya. Terlalu banyak makan akan membuat makanan tidak bisa tercerna dalam pencernaan dan menciptakan racun.

Beberapa poin tersebut ingin diwujudkan oleh Yuli Tan, salah seorang pemilik restoran Vedic Kitchen sekaligus instruktur yoga. Yuli rela untuk hijrah dari aktivitasnya di ibukota untuk membuka restoran dengan konsep vegetarian sehat yang mengusung menu-menu asal India.

Pengetahuan tentang diet di era Vedic menjadi konsep pengolahan makanan di restoran yang bersebelahan dengan rumah yoga. Tiap hari, Yuli dan partner kerjanya Nilesh R. Tiwari menjelajah pasar untuk mencari bahan segar. Untuk urusan rasa, para pemilik Ashtanga Yoga Sala yang berada di bilangan Dharmawangsa ini tidak perlu diragukan lagi. Gaya masak era Vedic ini dipelajari oleh Yuli langsung di India di bawah pengajaran Sandhya Vasudeva yang merupakan praktisi yoga dan memiliki paham sajian serupa dengan yang dimiliki Yuli. Bila masih ragu akan rasa makanan India yang kerap kurang sesuai di lidah, Vedic Kitchen memiliki racikan yang cocok dengan lidah awam, jadi jangan ragu untuk mencoba ragam sajiannya, seperti gheepaneer, dan yoghurt.

Jika ditanya, makanan vegetarian sendiri, kan sudah cukup sehat apa lagi yang ingin ditingkatkan? Yuli dan Nilesh berkeinginan untuk menghindari bahan pabrikan yang biasanya mengandung pengawet, yang sayangnya masih suka digunakan dalam pengolahan makanan vegetarian sehingga mengurangi nilai sehat yang dikandung dalam makanan tersebut. Dalam menetapkan menu, Yuli mengaku bahwa menu akan berganti setiap hari sesuai ketersediaan bahan yang mereka temukan di pasar lokal.