Dengan lebih dari 120 game yang mereka kembangkan dan kerjasama dengan studio ternama dari Jepang – antara lain Square Enix, Agate Studio merupakan salah satu studio terdepan untuk pengembangan game di Indonesia. Agate Studio menyediakan game baik online maupun dalam bentuk aplikasi dan menghasilkan 3,5 juta dollar. Siapa sangka studio game ini berawal dari hobi sang CEO, Arief Widhiyasa yang kini namanya tercantum dalam Forbes 30 under 30 Asia 2016.

Studio yang berpusat di Bandung ini, pada awalnya memiliki 16 orang karyawan dan bertambah menjadi 60 orang hanya dalam waktu 2 tahun berdiri. Kesukaan Arief pada game dimulai sejak ia masih TK. Berawal dari orangtuanya yang membelikannya konsol nintendo, ia menggunakan kesehariannya untuk bermain game. Ia mengira bakatnya mengembangkan game memang sudah ada sejak kecil karena ia udah sangat suka bikin komik, bikin game pakai kertas, bahkan sewaktu keluar RPG Maker ia bisa berhari-hari di depan game itu.

Di matanya, game bukan hanya ajang cari senang. Game memiliki potensi untuk menyuntikkan pengaruh besar pada setiap orang. Bila seseorang rajin bermain game dengan nilai positif, sadar atau tidak kemungkinan nilai positif itu akan player lakukan pada tingkah lakunya sehari-hari. Game juga melatih sifat tidak pantang menyerah, kemampuan konsentrasi, berpikir, refleks, dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Ia dan rekan-rekan mengaku sangat menikmati setiap saat membangun Agate bersama. Walaupun saat itu ia mengaku hanya bergaji Rp50.000 per orang, sehari bisa berkarya minimal 15 jam, semuanya menyenangkan. Salah satu momen yang sangat mengharukan baginya adalah ketika jumlah karyawan sudah sekitar 30-an orang, dan bisa menggaji sesuai dengn UMR.

Arief psoitif industri game lokal bisa bersaing dengan game dunia. Namun menurutnya,  kesiapan industri game lokal harus mantap, sebelum asing mulai masuk dan akhirnya mendominasi pasar game lokal.

Perjuangan panjang itu berbuah, kini Agate Studio bukan hanya sebagai salah satu pelopor game developer di Indonesia, Agate Studio juga menerima pengiklan dan layanan pelatihan game. Daftar kliennya pun tidak main-main. Studio Indonesia pertama yang pernah diundang ke Tokyo Game Show ini merebut perhatian nama-nama besar di berbagai Industri.

 

 

Bagaimana dengan hobimu? Apakah kamu siap mengembangkannya menjadi bisnis seperti yang dilakukan oleh Arief Widhiyasa