Apa jadinya jika 3,000 orang kreatif dari seluruh dunia – atau yang merasa kreatif berkumpul dalam satu tempat selama 3 hari? Hasilnya adalah sebuah konferensi yang lebih mirip festival karya dan konser musik. Sebuah rangkaian seminar yang tidak saja jadi sumber asupan bagi pikiran namun juga ditujukan untuk semua panca indera dan hati. Sebuah gelanggang tempat terbentuknya rajutan-rajutan mikro antar manusia untuk menjadikan planet bumi & kehidupan yang lebih baik. Ini definisi  #C2MTL  bagi saya. Ini juga alasan saya absen menuliskan kolom  #UltimateU minggu lalu – maklum saja, isi kepala yang sudah sangat terbatas bagaikan segelas air minum harus menampung siraman bergalon-galon air selama di sana.

Sebagai sebuah conference yang terjadi pada minggu terakhir bulan Mei setiap tahun dikota Montreal, Kanada – C2MTL memunculkan genre baru bagi istilah konferensi. Mungkin lebih tepat jika disebut sebagai un-conference. Di sana bukan sekedar ada pembicara keren sekelas Richard Branson, Fred Dust, Blake Mycoskie dan Phillipe Starck – namun juga live music dan berbagai eksebisi produk & inisiatif paling inovatif dari berbagai pelosok bumi. Saya mencatat inisiatif Rooftop Farming karya Mohamed Hage dari Montreal yang punya mimpi menjadikan atap gedung-gedung bertingkat sebagai lahan pertanian modern. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan sayur mayur bagi warga kota sekaligus memunculkan peluang usaha. Saat mendengar hal ini saya langsung terpikir untuk memperkenalkan Hage dengan Indonesia Berkebun (@IDBerkebun). Ada lagi Aran Dasan dari London yang mempromosikan serangga sebagai sumber baru pemenuhan kebutuhan protein warga dunia. Buat yang ini saya langsung terpikir BondanWinarno ArieParikesit dan kawan-kawan komunitas Jalan Sutera. Selain itu masih banyak inisiatif keren lain.

Creativity is so much more than just being different. C2MTL juga bukan sekedar dipenuhi orang-orang dengan setelan jas, dasi dan sepatu kulit –tapi juga jeans, kaos beraneka ragam, celana pendek, dan sneakers. Khusus soal pakaian kali ini #C2MTL terasa istimewa karena terdapat 22 orang berpakaian batik, berkaos @kdri atau apapun dengan sentuhan budaya Indonesia. Kami hadir sebagai sebuah delegasi informal atas biaya kocek sendiri untuk menyimak, mempelajari dan menyerap ilmu, pengalaman dan energi yang bisa bermanfaat saat kembali ke tanah air. Tanpa disangka, delegasi Indonesia adalah yang terbesar dari Asia. Harapannya tentu akan muncul terobosan-terobosan dari berbagai sektor setelah partisipasi ini.

Creativity is everybody’s business. Saya mencatat banyak pesan penting dari beragam pembicara yang berasal dari berbagai bidang keilmuan dan usaha di  #C2MTL. Pesan pertama yang masih teresonansi dalam pikiran adalah bahwa kreativitas adalah urusan semua orang, semua lembaga dan semua organisasi – inovasi bukan sekedar divisi atau departemen. Kreativitas serta inovasi adalah basis filosofi bisnis dan kehidupan.

We’re not heading towards a crisis, we are in a crisis. Kenapa harus berinovasi? Karena ini adalah satu-satunya cara untuk bertahan, tumbuh dan berkembang. Dunia tidak lagi dan tidak akan pernah lagi sama. Perubahan dunia tidak lagi bisa direspon dengan pendekatan berbasis template masa lalu. Minyak bumi akan habis. Krisis pangan. Krisis air bersih. Krisis energi. Kemampuan bumi menyokong semua kehidupan semakin teruji. Dan seterusnya, dan sebagainya.

Kreativitas dan inovasi adalah filosofi yang melandasi tatanan bisnis dan kehidupan. Fred Dust dari IDEO (www.ideo.com), memperkenalkan 3 prinsip inovasi yang seharusnya sudah sangat akrab ditelinga kita: Pertama, belajar menyimak. Kedua, interpret, translate and steal. Ketiga, exercise bravery! Detail pembahasan akan saya susulkan dalam kolom berikut namun untuk kali ini hal terpenting adalah untuk memahami kalimat ini:  “The way of the future is about inventing & reinventing the way we live and the way we make a living.”

 

artikel ini dimuat di harian kompas
Foto: par Allen McEachern dari situs www.c2mtl.com

 

Comments

  1. acaranya keren…
    Di Indonesia jugak ada Ide RoofTop Farming. tapi kelihatanya masih dalam bentuk Ide Lomba sih.