Saat ini, siapa sih yang nggak kenal brand DAMN! I Love Indonesia?

Daniel Mananta yang lebih akrab kita kenal sebagai VJ dan host ini ternyata tidak langsung sukses. Sebelum tenar sebagai seorang VJ, Daniel memang sudah memiliki bakat untuk berbisnis. Mulai dari MLM hingga membuka toko baju berkonsep Jepang pernah dilakoninya. Semuanya dimodali oleh uang tabungan yang diperoleh dari pekerjaan sampingannya di warung ayam bakar.

Gagal dengan tokonya, Daniel tidak menyerah, ia pun mengubah konsep toko bajunya dari a la Jepang menjadi berkonsep musik dan diberi nama DAMN Black Label. Ya, ternyata kata DAMN telah ada sejak sebelum 2008 yang memang merupakan singkatan dari namanya. DAMN Black Label merupakan toko yang membuat dan menjual produk baju dan kaos berwarnanya hitam dengan gambar segala hal tentang dunia musik, seperti Rolling Stones dan The Beatles. Dari bisnis ini Daniel mendapatkan respon yang baik sehingga tokonya berkembang dan memiliki 8 cabang.

Melihat peluang yang cukup besar di dunia jual-beli apparel ini, Daniel memutuskan untuk membuat concept store yang pertama kali dibuka pada 25 Oktober 2008. Toko ini tidak lagi melulu mengandung unsur musik, tapi lebih menampilkan kecintaan Daniel pada budaya dan etnik Indonesia, sehingga ia pun membubuhkan nama DAMN! I Love Indonesia.

Brand tersebut diakui mengandung cita-cita Daniel agar anak muda Indonesia bisa mencintai dan bangga dengan budaya negaranya sendiri. Sekaligus membuat para konsumen dari negara lain bisa ikut mencintai Indonesia.

 

 

Awalnya, DAMN! I Love Indonesia hanya memproduksi 150 kaos dan ia mempromosikan produknya lewat teman-teman selebritisnya. Tak lupa ia juga selalu tampil mengenakan kaos-kaos miliknya sendiri tiap kali tampil di acara on air atau off air. Kini DAMN! I Love Indonesia juga memproduksi berbagai produk kekinian seperti jaket, topi, dan celana dengan desain dan tagline khas milik perusahaan ini.

Menurutnya, kesuksesan DAMN! I Love Indonesia terletak pada keunikan dan identitas produknya yang sederhana tapi mampu membuat orang tertarik untuk membeli produknya, terutama belum banyak brand yang memiliki gabungan antara apparel modern dengan identitas Indonesia.

 

Meski telah sukses, DAMN! I Love Indonesia tidak menutup kolaborasi dengan produsen kaos lokal lainnya, seperti Dagadu, Joger, atau Dadung. Karena menurut Daniel, tujuan awal didirikannya DAMN! I Love Indonesia adalah untuk mendukung komunitas seni Indonesia, yang di dalamnya juga terdapat para produsen tersebut.