Nama Fourspeed Metalwerks mungkin terdengar asing bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, walau asing tapi brand aksesoris yang menyasar para biker dan band metal ini gaungnya sudah sampai ke Amerika dan Eropa. Pembelinya-pun tak sembarangan, mereka pernah melayani band metal papan atas seperti Sepultura dan Metalica.

Alasan para pembelinya memilih aksesoris buatan brand ini adalah karena tingkat detail dan akurasi yang tinggi, membuat aksesoris-aksesoris yang didominasi motif tengkorak yang terbuat dari tembaga, perak, dan kuningan menjadi sangat unik.

Perjalanan untuk meraih sukses yang dirasakan oleh 4 pendiri Fourspeed Metalwerks ini bisa dibilang tidaklah mulus. Fajar, Hilton, Yudi, dan Mulyana mengaku bahwa saat memulai di tahun 2005, mereka tidak tahu menahu soal crafting dan produksi. Namun, kesamaan visi untuk menciptakan brand yang menjadi ikon fesyen pria dan inspirasi dari Harley Davidson membuat mereka terus ngotot melangkah ke ranah yang belum mereka kenal sebelumnya.

Uji coba dan pendidikan otodidak soal crafting mereka jalani selama  bertahun-tahun. Bahkan, saat tengah belajar tempat produksi mereka dilalap api dan membuat semua barang produksi hancur. Meski begitu, mereka tidak patah semangat. Akhirnya setelah semua perjuangan yang mereka hadapi, para founder Fourspeed Metalwerks sukses membuat aksesoris yang dibanderol dengan harga Rp75.000 untuk aksesoris seperti cincin hingga Rp150.000 untuk kepala ikat pinggang.

Meski harganya terbilang miring, tapi tidak bisa mendongkrak penjualan. Bahkan setelah setahun berdiri, penjualan barang mereka bisa dibilang sangat sepi. Diskon-diskon yang diberikan untuk menarik perhatian-pun tidak bisa membuat produk mereka diapresiasi.

Karena tidak mendapatkan sambutan yang baik di dalam negeri, brand yang pengerjaannya dilakukan 80% secara handmade ini mencoba peruntungan dengan menawarkan produknya ke mancanegara lewat cara online. Tak dinyana, respon yang mereka dapat sangat menggembirakan. Tak hanya Asia, tapi produk mereka laris di Amerika dan Eropa. Kerapihan dan ketelitian crafting mereka membuat para calon pembelinya tidak percaya bahwa produk yang mereka tawarkan adalah buatan Indonesia. Mereka mengaku, hingga kini 70% konsumen berasal dari Amerika, Inggris, dan Eropa, sementara sisanya dari Asia Tenggara.

fsp

Ketika dipasarkan ke luar negeri, harga yang diberikan ikut naik secara drastis. Perusahaan yang berlokasi di Bandung ini, kini membanderol produknya mulai di kisaran harga Rp.900.000 hingga Rp5.000.000

Fourspeed Metalwerks menerapkan strategi “Power of People” untuk mengembangkan produknya. Strategi ini membangun keterikatan konsumen terhadap brand dengan cara menyebut pengguna Fourspeed Metalwerks sebagai “Fourspeed Family”.

Saat ini, Fourspeed Metalwerks memiliki 6 outlet di Indonesia dan 5 outlet di mancanegara yang tersebar di 5 negara.