“Buat apa sih kita sekolah tinggi-tinggi? Banyak kok orang sukses yang justru malah putus sekolah. Banyak kok orang sukses yang justru tidak kuliah. Banyak kok orang sukses yang drop out! Ini justru menjadi bukti bahwa sukses itu tidak perlu pendidikan yang tinggi. Tidak ada hubungan antara sukses dengan tingkat pendidikan.”

Banyak sekali teman saya yang ketika awal dulu masuk kuliah bersama, namun ketika bisnisnya sudah menghasilkan, dia pun meninggalkan bangku kuliahnya. Alasannya sederhana, dia ingin fokus ke dalam bisnisnya yang lebih menghasilkan. Akhirnya dia pun drop out dari kuliahnya. Setujukah Anda bahwa tingkat pendidikan dan kesuksesan itu tidak saling terkait satu sama lain? Anda boleh setuju, namun saya tidak. Berikut adalah 3 alasan mengapa pendidikan penting untuk pengembangan bisnis Anda.

Jujur saya suka gemas melihat orang yang melakukan pembenaran akan sebuah kemalasan. Sebenarnya, orang yang berkata seperti di atas adalah orang yang cenderung malas untuk kuliah, malas untuk belajar, namun mencoba mencari pembenaran. Saya pribadi tidak sepakat dengan pendapat itu. Saya justru mendapat banyak sekali pencerahan bahwa memang pendidikan itu penting bagi pengembangan usaha kita.

Pertama, coba pikirkan sekali lagi bahwa jika tujuan Anda kuliah untuk mencari uang semata, maka Anda salah. Pola pikir inilah yang seringkali membuat pendidikan di mata kita menjadi sangat rendah martabatnya. Jika tujuan kita kuliah adalah agar bisa kerja, saya pun setuju bahwa tidak usah kuliah pun sebenarnya kita bisa mendapat uang. Namun, justru dengan kuliah itulah tidak hanya kita mendapat uang, tetapi juga kita bisa mendapatkan nilai tambah. Ya, orang berpendidikan memiliki nilai tambah yang lebih daripada orang biasa. Dengan nilai tambah, sudah pasti kita lebih bisa mendapatkan uang lebih besar, namun jika kita hanya sekedar mencari uang, belum tentu hal tersebut karena kita memiliki nilai tambah. Jadi jika ada orang yang bilang, orang DO aja bisa sukses kok. Maka saya akan menimpali, “yang DO aja sukses besar, gimana yang lulus dengan baik?” Ya kan?

Kedua, coba kita memandang bisnis yang kita bangun lima hingga sepuluh tahun ke depan. Apa yang Anda pikirkan? Ya, benar. Persaingan yang membuat Anda menghadapi bukan hanya orang di negeri sendiri, namun juga orang-orang asing lainnnya. Bayangkan, apa yang terjadi jika pendidikan kita hanya ala kadarnya? Bagaimana jika hingga saat ini kita masih grogi dan minder untuk berbicara dengan bahasa asing? Mungkin saat ini kita merasa menang tanpa adanya persaingan berarti, namun pernahkah Anda memiliki kompetitor dari luar negeri? Saya pernah merasakannya, dari Singapura dan itu cukup membuat saya untuk berkesimpulan bahwa pendidikan penting adanya.

Ketiga, bisnis di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang adalah tentang kepercayaan. Bisnis adalah trust. Coba kita lihat dari sudut pandang orang luar. Saat ini begitu banyak sekali pilihan di mana kita bisa menjalin kerjasama dengan berbagai macam orang. Jika boleh memilih, mana yang akan Anda pilih: bekerjasama dengan orang yang terbaik di bidangnya, atau bekerjasama dengan orang yang hanya berani membuka bisnis? Saya memilih yang pertama. Umumnya, orang yang terbaik di bidangnya menempuh berbagai tempaan pendidikan dibandingkan dengan orang biasa. Seandainya saya mengajukan kerjasama, saya pun lebih confidence alias PD karena saya beserta seluruh jajaran staf dan manajemen adalah educated people, orang-orang terbaik, yang siap bekerjasama untuk memajukan bisnis satu sama lain.

Satu hal yang umumnya menghambat orang berpendidikan tinggi untuk sukses besar hanyalah karena mereka lebih suka memilih jalur aman dan tidak mau mengambil resiko terlalu besar. Terlalu banyak berpikir daripada bertindak. Namun saya bersyukur karena saat ini banyak sekali teman-teman saya yang sudah aktif membuka usaha dan action sejak masih mahasiswa dengan tetap berpegang teguh untuk berprestasi dan bangga dengan status mahasiswanya. Inilah yang saat ini sedang saya perjuangkan dengan membuat konsep studentpreneur dan membentuk komunitas TDA Kampus dengan visi menjad mahasiswa berprestasi yang memiliki bisnis level tinggi.

 

 

 

Ditulis oleh
Arry Rahmawan
contact@arryrahmawan.net
http://cerdasmulia.net

Comments

  1. bongrizqi says:

    saya selalu suka dengan tulisan-tulisan mas Arry Rahmawan. Masih muda, tapi mencerahkan. Bukan cume teori, tapi mas Arry udah jadi bukti 😀

  2. hanry says:

    klo udah lulus kuliahnya boleh ikutan kah? 😀

  3. apriandi says:

    komunitasnya cuma terbatas di pulau jawa aja ya ?
    di banjarmasin ada juga gak ? soalnya disini juga banyak mahasiswa yg ingin berbisnis n beprestasi :)

  4. leles says:

    yah bro bukannya pingin ngajak perang ato gmn ya tapi logisnya begini org yg kuliah pasti nyari kerja ujung2nya….nah itu da buang umur ma biaya…n otomatis yg kuliah itu akhirnya kerja dibwh org….. smntr itu yg ga kuliah da buka usaha sdr…..jelas jauh tingkatannya…..yg 1 uda ada pengalaman di bidangnya yg 1 nya lagi cm berdasarkan akademis…..

  5. Ana Prasetio says:

    Thanks for this damn great article which opened my eyes and told me that my argumentation about education is nothing if we are an entrepreneur was actually totally wrong :)

  6. surya says:

    saya juga setuju. saya mau masuk kuliah. tp juga pengen jadi pengusaha. tp belum menemukan cukup relasi
    apakah saya boleh gabung? :)