Menjadi wirausahawan gaya hidup menjadi mimpi banyak orang. Gimana nggak, mereka bekerja tapi tidak seperti bekerja. Pekerjaan mereka bisa dilakukan saat mereka traveling atau malah traveling adalah pekerjaan mereka. Wirausahawan gaya hidup nggak butuh fasilitas yang terlalu banyak, asalkan ada listrik, laptop, dan koneksi internet mereka bisa bekerja dimanapun dan kapanpun.

Walau kedengerennya enak, wirausahawan gaya hidup masih perlu kemampuan wirausaha dasar juga, seperti menelurkan ide dan keahlian lebih. Sayangnya, dari sekian banyak peluang yang ditawarkan, banyak wirausahawan gaya hidup masih belum bisa memaksimalkan potensinya. Agar kamu yang berkeinginan untuk menjadi wirausahawan gaya hidup bisa memanfaatkan potensimu, coba yuk cara berikut.

Mulailah dari dasar. Website adalah segalanya tapi jangan terlalu berlebihan dalam berinvestasi dalam website. Bangunlah keberadaan online-mu, siapkan dana cadangan, terlibatlah dengan targetmu, dan carilah alat yang bisa membantu bisnis tumbuh.

Pelajarilah apa yang bisa menjalankan bisnismu. Apa yang berhasil dijalankan oleh orang lain belum tentu sukses kamu lakukan. Carilah cara yang bisa membuat bisnismu berjalan dan hal ini meliputi penelitian, trial and error. Bila sudah berhasil evaluasilah. Apakah dengan cara ini bisa membuat bisnismu lebih baik atau hanya stagnan.

Tumbuhkan targetmu. Semakin banyak eksposur yang kamu dapat, semakin cepat targetmu akan berkembang. Carilah cara di luar zona nyamanmu, misalnya berkolaborasi dengan content creator lainnya, dan sebagainya.

Tetapkan harga yang sesuai. Banyak wirausahawan cuma nerimo apa adanya hanya demi pengalaman atau eksposur. Kalau kamu baru mulai, emang nggak apa-apa tapi seiring kamu berkembang dan berpengalaman, kamu harus mulai memikirkan seberapa pantas kamu dibayar.