Banyak yang berpikir bahwa teman merupakan partner bisnis ideal. Teman yang biasanya dijadikan tempat sharing, pasti juga cocok untuk menjadi tempat berbagi saat menemui kebuntuan dalam bisnis. Kita juga tidak perlu susah-susah berkenalan dari awal untuk mengenal pribadinya saat akan memulai usaha. Meski dirasa banyak positifnya, berbisnis dengan teman juga memiliki kendala, seperti perasaan tidak adil atau cekcok yang tidak bisa ‘direm’ karena mereka adalah teman yang sudah mengenal kita luar-dalam.

Sebelum memulai bisnis dengan teman, lihat dulu apa saja yang harus kita perhatikan.

  • Bicarakan hal-hal sensitif seperti gaji, posisi, porsi pekerjaan sejak awal, agar hubungan dalam menjalankan bisnis tetap harmonis.
  • Tentukan peranan dan posisi masing-masing dalam berbisnis agar tercipta keteraturan. Bekerjalah sesuai porsi peran yang kamu miliki, dan jangan ragu untuk berkolaborasi.
  • Untuk memberikan keputusan yang tepat untuk usaha, jangan ragu untuk meminta saran pada teman yang menjadi rekan kerja. Namun, bila kamu sang decision maker, jangan terperangkap dalam kebimbangan, karena lambat mengambil keputusan juga bisa berpengaruh buruk pada bisnis secara keseluruhan.
  • Pilihlah teman berbisnis yang memiliki ide-ide baru. Meski teman yang sepemikiran sepertinya lebih menguntungkan karena minimnya konflik yang mungkin saja tercipta, tapi teman yang bisa memberikan ide segar lebih bisa mendukung bisnis terutama dalam hal inovasi.
  • Hindari eksklusivitas saat ada teman atau rekan baru yang bergabung dalam bisnismu, karena seperti dirimu dan teman-temanmu yang bergabung sebelumnya, teman baru ini juga merupakan aset bisnis.