Tidak dipungkiri banyaknya pelamar kerja yang mengandalkan LinkedIn membuat media sosial yang satu ini identik dengan media sosial untuk para pencari kerja. Sayangnya, karena itu pula-lah para wirausahawan berpaling karena merasa tidak terakomodir oleh media sosial yang satu ini. Padahal, LinkedIn juga bisa menjadi lead generation machine untuk wirausahawan selain untuk mencari karyawan.

Berikut tips supaya kamu sebagai wirausahawan bisa menghindari kesalahan dalam menggunakan LinkedIn:

Memiliki profil yang kosong. Bagi para investor atau partner yang ingin mengenal lebih jauh lagi akan bertanya-tanya mengenai siapa dirimu. Bila kamu membiarkan profil kamu kosong, sama saja seperti menolak rezeki.

Tidak terhubung dengan grup. Di LinkedIn grup merupakan perkumpulan dari para pakar, orang industri, dan pelanggan itu sendiri. Jika kamu belum menemukan grup yang tepat, buat saja. Hal ini merupakan cara terbaik untuk menunjukkan kepemimpinan dan kemampuan membaca permasalahan dalam pasar.

Terlalu sedikit posting. LinkedIn memiliki 60 juta pengunjung setiap bulannya dan dengan kemampuannya untuk berbagi konten, semakin memungkinkan tulisanmu dilihat oleh orang-orang yang tepat. Manfaatkan fitur ini untuk meraih pasar yang tepat dengan posting yang tepat dan reguler.

Terlalu personal. Sesuaikan konten posting kamu menurut medianya. LinkedIn merupakan media profesional, maka konten yang harus kamu berikan adalah konten profesional juga. Ciptakanlah konten mengenai bisnismu, idemu, dan pasarmu.

Berjualan. Meski dilihat oleh banyak orang, LinkedIn bukanlah media untuk berjualan. LinkedIn merupakan platform mengenai leadership, berita bisnis, dan pengumuman profesional, bukan media untuk hard-sell. ‘Jual’ diri kamu dengan menjadi anggota komunitas yang baik, dan berikan opini profesional kamu mengenai topik penting untuk orang-orang yang juga penting untukmu dan bisnismu.