Artisan merupakan spesialis dibidangnya, dan memiliki pemahaman akan pendekatan bisnisnya. Artisan bisa sukses menjalankan bisnis sendiri atau berkolaborasi dengan orang lain. Namun, artisan nggak kebal pada kesulitan yang ditemukan dalam bisnisnya. Biasanya mereka mengalami kesulitan untuk menemukan solusi optimal bila dihadapkan pada situasi bisnis yang kompleks. Bila kamu adalah seorang wirausahawan yang ingin memulai bisnis artisan-mu, cobalah beberapa tips berikut untuk meminimalisir hambatan bisnis:

Mengubah mindset secara drastis. Ubahlah mindsetmu dari ‘hanya ingin melakukan apa yang kamu sukai’, jadi ‘ingin disukai oleh hal yang kamu sukai’ dalam bentuk kemapanan finansial.

Merencanakan untuk menjual produk yang memiliki nilai jual. Segmentasikan pasarmu, cari peluang di tempat yang belum terlalu diekplorasi oleh orang banyak sehingga orang-orang yang tersegmentasi tersebut akan langsung mencari produkmu.

Ciptakan, rencanakan, dan pastikan visi bisnis. Indetifikasikan visi jangka panjang untuk bisnis. Tanpa visi yang jelas kamu tidak akan bisa melaju kemanapun. Visi bisa meliputi apa yang ingin kamu raih dalam waktu 5-10 tahun kedepan.

Ciptakan dan perjelas pesan brand. Pesanmu tentang apa yang kamu tawarkan dan keuntungan apa yang produkmy berikan harus jelas dan spesifik sehingga langsung dipahami oleh konsumen.

Siapkan produkmu untuk dijual. Pastikan kemasanmu kokoh dan cocok untuk produk dan konsumenmu, juga sesuaikan kemasanmu dengan peraturan yang ditetapkan dalam industri yang kamu selami.

 

Berikan harga yang sesuai. Bila kamu tidak memberikan harga yang sesuai untuk mendapatkan keuntungan, maka bisnismu akan gagal.

Dapatkan perlindungan hak cipta untuk brand-mu. Supaya kamu terhindar dari pelanggaran hak cipta, pastikan tidak ada brand yang menggunakan nama yang kamu gunakan.

Ciptakan keberadaan sosial media. Menggunakan sosial media akan membantumu meraih target konsumen yang lebih cepat. Kamu juga bisa menampilkan brand dan pesan brand-mu pada dunia. Semakin sering kamu menggunakan sosial media, semakin tampak produkmu.

 

Buat peraturan dan kontrak. Buatlah peraturan yang jelas, misalnya tentang pengembalian produk setelah penjualan apabila ditemukan cacat, tentang pembelian grosir, tentang keuntungan yang dijadikan dana  sumbangan dan sebagainya.

Mengembangkan brand artisan ini juga diangkat oleh founder do.inc, Handoko Hendroyono:

al