Siapa yang nggak pernah ngalamin yang namanya stagnan atau stuck. Baik dalam kerjaan maupun hubungan, rasanya apa saja jadi salah dan rasanya pengen marah-marah. Kalau dibiarkan, kamu bakal ngerasa terjebak tanpa ada ruang bernapas. Bila kamu sedang mengalami stagnansi, saatnya kamu melakukan evaluasi:

Identifikasi masalah. Seperti proposal, kamu harus mulai dari identifikasi masalah untuk membuka jalan menuju keadaan yang lebih baik. Dengan mengidentifikasi, kamu bisa tahu bagian mana yang sedang bermasalah.

Tuliskan pikiran negatif. Pikiran negatif biasanya mengikuti stagnansi. Bila dibiarkan pikiran negatif bisa berubah menjadi depresi. Cara untuk menghalaunya, kamu bisa menulis pikiran negatif yang muncul dipikiranmu. Anggaplah proses ini sebagai tahapan rehabilitasi ringan.

Ubah pola pikir. Setelah kamu mengidentifikasi dan menuliskan pikiran negatif, saatnya mengubah pola pikirmu. Percayalah dibalik buntunya ide atau gagalnya bisnis, bila kamu stay positive akan terbuka jalan lain menuju kesuksesan.

Mencari role model yang baik. Seringkali kita butuh dorongan untuk menggapai sukses. Dengan mencari role model yang bisa kita ikuti dan cita-citakan, kita akan merasa termotivasi untuk meraih apa yang diraih oleh role model tersebut.

Percaya pada diri sendiri dan lakukan perubahan. Pikiran ‘saya bisa’ harus selalu tertanam di diri karena bila kita tidak percaya pada diri sendiri, siapa yang mau percaya? Bila bisnis gagal dan tidak bisa bangkit lagi, tinggalkanlah. Cari ide-ide segar sambil mempercayai diri sendiri bahwa kamu bisa sukses di bisnis selanjutnya.