Dalam berbisnis, menentukan sukses atau tidaknya adalah melalui tingkat kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dan apa yang mereka inginkan dari brand kita bisa membuat kita bisa bekerja lebih baik dalam mengoptimalkan produk. Namun, sebagai penyedia produk terkadang kita sulit mendapatkan fakta mengenai apa yang pelanggan rasakan mengenai produk kita. Lalu, bagaimana caranya supaya kita bisa mengetahui tingkat kepuasan pelanggan?

Melalui sistem keluhan dan saran: pelanggan bisa  memberikan masukan dan informasi yang kita peroleh dari keluhan dan saran yang disampaikan oleh pelanggan bisa kita jadikan titik untuk memperbaiki atau berinovasi produk. Selain itu, kita dengan cepat dapat mengetahui sumber penyebab produk yang kurang disukai oleh pelanggan.

Melalui survey kepuasan pelanggan: dari survey, kita bisa mengetahui secara langsung pikiran pelanggan sesuai dengan tema yang kita angkat. Ada 3 metode survey yang biasa dilakukan:

  • Directly Reported by Satisfaction: yang merupakan pengukuran langsung terhadap pelanggan. Misalnya dengan pertanyaan “Puaskah Anda terhadap produk kami?” yang bisa ukurannya bisa kamu tentukan dengan menyediakan tingkatan sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, dan sangat puas.
  • Derived Dissatisfaction: survey ini mengutamakan seberapa besar harapan pelanggan terhadap pdoduk dan kualitas kerja yang mereka rasakan.
  • Problem Analysis: pelanggan sebagai responden diharapkan mengungkap masalah terkait produk dan saran yang ditujukan pada usaha kita.

Last Analysis Customers: dilakukan dengan mengontak pelanggan yang berhenti menggunakan produk. Hal ini dilakukan untuk menggali informasi kenapa pelanggan tersebut berhenti menggunakan produk kita, sehingga kekurangan yang dialami pelanggan tersebut bisa diperbaiki.