Kalau kamu sering bikin iklan di Facebook untuk mempromosikan produk atau page yang kamu punya, ada beberapa fakta yang mungkin kamu belum ketahui. Cek yuuukk…

Facebook bids tergantung musim

Musim di sini bukan berarti musim yang berhubungan dengan iklim, ya. Musim yang dimaksud biasanya terkait dengan liburan dan perayaan. Misalnya, harga yang diterapkan per-klik di musim liburan Natal akan lebih tinggi dibanding hari biasa.

Ada opsi click to chat di iklan kamu

Mungkin karena nggak banyak yang tahu, opsi ini sepi peminat.  Opsi periklanan ini sangat baik jika kita menerapkan layanan customer service. Contohnya adalah saat pelanggan sudah sering mengakses page kita sehingga terbuka kemungkinan untuk membeli, tentunya pelanggan ingin kontak langsung dengan kita. Nah, opsi inilah yang tepat untuk digunakan.

Beda perangkat beda strategi

Facebook menawarkan strategi yang berbeda-beda untuk setiap perangkat. Mulai dari penempatan, hingga perilaku konsumennya. Meski Facebook sudah menawarkan cross-platform ad tapi lebih baik jika kamu bisa membagi kampanye iklan yang khusus untuk perangkat tertentu saja.

Jumlah teks dalam image memengaruhi kesuksesan iklan

Menurut Facebook, iklan dengan gambar sebaiknya hanya ‘diisi’ oleh sedikit tulisan atau tidak perlu teks sama sekali. Jenis materi iklan gambar semacam ini akan mendapat kesempatan distribusi yang lebih tinggi, serta harga iklan per impresi yang lebih rendah. Untuk mengantisipasi ini, Facebook sudah punya klasifikasi teks yang bisa memandu kamu untuk menyematkan jumlah teks yang tepat pada gambar iklanmu.

Perbaharui terus iklanmu

Kita tidak bisa mengontrol seberapa banyak seorang pengguna melihat iklan kita. Tentunya hal ini bisa menimbulkan kebosanan pada pengguna yang terus menerus menerima iklan yang sama. Untuk menghidarinya, penting buat kita agar selalu memperbaharui iklan agar tidak terjadi kebosanan.

Iklan video kurang efektif untuk mendapatkan respon langsung

Bila kamu ingin ‘jualan’ video dianggap kurang pas sebagai media promosi, kebanyakan konten video hanya menghasilkan komentar atau like yang tinggi tanpa ada konversi positif, misalnya traffic pada situs bisnis kita. Lain halnya jika kamu mengincar awareness, video merupakan sarana yang bisa dianggap tepat karena kamu bisa memanipulasinya agar pelanggan mengingat brand kamu,”Oh brand ini yang iklannya keren itu ya…”.