Konsumen di era sekarang dan akan datang seperti apa sih? Terutama untuk konsumen kelompok urban yang cenderung melek terhadap sosial media dalam arti aktif untuk search dan share. Apakah mereka masih mempan atau percaya dengan iklan yang cenderung searah komunikasinya?

Trend dunia seperti memberi tanda bahwa brandbrand yang menonjol saat ini dan memiliki value yang tinggi memiliki EMOTIONAL EXPERENCIAL yang tinggi. Dalam arti konsumen benar-benar mengenal brand yang dipakainya. Mereka atau konsumen tidak sedang memakai kacamata tapi mengapresiasi kacamata yang dia pakai. Bukan sekedar memakai sepatu tapi merasa “feel better”karena kegiatan yang dilakukan oleh brand sepatu itu. Bukan sekedar memakai tas untuk membawa barang tapi merasa dekat dengan cerita yang terkandung dalam seri atau koleksi yang dibuat sang desainer.

“Feel better” memiliki makna luas dan sangat emosional. Hal ini sangat mempengaruhi buying process konsumen saat ini.  Hal ini menurut saya mengakibatkan bahwa yang paling penting saat ini adalah PRODUK. Bagus secara desain dan bercerita adalah komunikasi pertama yang harus dibangun. Cerita sekitar produklah yang menjadi awal komunikasi berkembang. Dari pemakaian bahan yang perduli lingkungan, memakai bahan/materi yang memberdayakan masyarakat sampai packaging yang bercerita menjadi pesona pertama sehingga bisa menciptakan viral tersendiri.

“Community is the best engine for brand”. Berangkat dari produk yang memiliki makna yang diapresiasi oleh fans (biasanya kelompok kecil). Brand akan menjadi milik komunitas secara otentik karena terjadi TRUST.

Piramida

Jika ingin mendapatkan pasar di piramida yang diatas (kelas sadar media atau kelas terdidik) brand harus mampu menciptakan cerita yang mampu membangkitkan dan menggerakkan “dream” mereka. Katakanlah sepatu Vans, Diesel atau Camper tentu saja tak cukup bicara secara fungsional sepatu itu. Pesan moral, aspirasi dan “coolness” menjadi alasan untuk konsumen bergabung sebagai bagian dari komunitas yang berkarakter. Disinilah peran sosial media sangat krusial. Ketika konsumen klik untuk “bergabung” dengan brand secara aktif walaupun melalui sosial media, dia sudah ambil bagian dalam perasaan itu.

Pasar diatas (Dream) memiliki value yang lebih tinggi dalam arti memiliki harga jual dan loyalitas yang lebih kuat. Membangun brand di piramida yang diatas membutuhkan pemahaman terhadap perasaan psikologis konsumen. Karena sederhana saja; bagaimana kita bisa berakrab-akrab dengan mereka kalau kita tak mengenal mereka dengan baik, termasuk memahami mimpi-mimpinya.