Hijack Sandals didirikan oleh 2 orang anak muda, Fahmi dan Dzaki yang pada awalnya belum memiliki pekerjaan yang mereka anggap ‘keren’ di tahun 2010. Hingga sebuah momen datang saat orang-orang berlomba-lomba untuk memanfaatkan kulit dalam produk sepatu, mereka justru melawan arus dengan mendesain produk alas kaki yang menjadi kultur orang Indonesia, sandal.

Produk Hijack memiliki empat aspek inti, yaitu ergonomis, hasil kerajinan tradisional, kenyamanan, dan estetika modern. Dengan begitu, produknya memiliki kenyamanan dan desain timeless yang pantas dipadu-padankan dengan berbagai pakaian.

Dalam perjalanannya menjalankan bisnis, Fahmi dan Dzaki menemukan bahwa Indonesia memiliki potensi craftmanship tradisional yang luar biasa. Namun, sayangnya banyak dari para pengerajin tersebut belum paham akan estetika modern. Hal ini menjadi tantangan bagi mereka dalam menemukan partner yang cocok sebelum akhirnya bertambat ke salah satu pengerajin yang memiliki visi dan misi juga keahlian yang mereka butuhkan.

Produk yang dihasilkan berbahan kulit asli yang didapat dari dalam dan luar negeri. Seperti bahannya, desain yang dihasilkan pun merupakan hybrid dari model sandal tradisional indonesia yang bertemu dengan model modern.

Fahmi dan Dzaki bukan hanya ingin menjadikan Hijack Sandals sebagai brand lokal yang hanya mementingkan laba. Mereka ingin menaikkan ‘status’ brand mereka sebagai brand yang mengutamakan kualitas, keunikan, dan hasrat berkarya sehingga menjadi sebuah brand dengan identitas yang kuat.

Simak bagaimana mereka mengarahkan Hijack Sandals ke tahap berikutnya, lewat video singkat berikut.