Seiring berkembangnya bisnis, pelanggan yang kita temui akan semakin banyak. Tak jarang, kita kewalahan mengelola bisnis dan mengabaikan existing customers yang sudah setia pada produk kita sejak awal. Hal ini dapat berakibat menurunnya customer’s experience yang akan mengakibatkan tingkat kepuasan pelanggan, dan bukan mustahil pelanggan akan meninggalkan produk kita dan beralih ke kompetitor yang bisa memberikan lebih untuk mereka.

Supaya terhindar dari kekecewaan pelanggan, terutama bagi bisnis yang tengah mekar dan berkembang, cek tips berikut ini.

Jangan ceroboh dan tidak profesional. Kecerobohan hanya akan membuat pelanggan menilai kita tidak profesional. Tempatkan diri sebagai pelanggan dan perbaikilah kesalahan di setiap detil pekerjaan.

Bersikap jujur dan menepati janji. Kejujuran merupakan tahap awal menjalin relasi yang long-lasting. Bila pelangganmu tidak lagi percaya, dapat dipastikan mereka akan cepat berpindah ke lain hati. Kitapun tidak boleh sembarangan memberi janji tanpa realisasi. Perhatikan kemampuanmu sebelum menjanjikan sesuatu pada pelanggan – terutama dalam hal promosi/iklan.

Mengalah. Pepatah konsumen adalah raja mungkin ada benarnya. Tanpa pelanggan, bisnis kita tidak bisa berjalan. Apabila mereka memberikan keluhan atau masukan, perbaikilah dan jangan ngotot. Sikap tidak mau mengalah bisa memancing emosi konsumen dan akan memberikan dampak buruk bagi bisnis.

Memberikan pelayanan yang baik sama rata. Bersikaplah adil dalam memberikan pelayanan tanpa memandang SARA dan disabilitas. Setiap pelanggan tentunya ingin mendapatkan pengalaman terbaik saat menggunakan produk kita.

Berikan kepastian. Ketidakpastian selalu berujung pada kekecewaan. Walau kita bisa memenuhinya, collateral damage yang diakibatkan saat kita ‘menggantung’ pelanggan bisa berpengaruh pada keputusan pelanggan untuk kembali memakai produk kita atau tidak.