Indonesia Fashion Week (IFW) kembali lagi di tahun 2018 ini pada tanggal 28 Maret hingga 1 April. Ajang tahunan yang telah digelar sebanyak tujuh kali ini melibatkan ratusan desainer lokal dan internasional. Tahun ini IFW mengangkat budaya Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo sebagai tema utamanya.

Menurut Ketua IFW Poppy Dharsono, keputusan untuk mengangkat budaya Indonesia ditetapkan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Rumah Kreatif milik BUMN. Keputusan ini sengaja dibuat untuk menunjukkan garmen unik tiap wilayahnya.

DSCF1579

DSCF1588

DSCF1580

Bukan hanya pagelaran busana, IFW 2018 juga mengadakan seminar, talk show, dan workshop berkarya dan berbisnis di dunia fesyen. Tahun lalu, IFW mencatat transaksi sebesar 8 miliar rupiah dan tahun ini, transaksi di IFW diperkirakan akan mencapai 10 miliar rupiah.

Bukan hanya mengundang desainer lokal, desainer internasional-pun bisa unjuk gigi. Hal ini dirasa penuh manfaat karena banyak hal yang bisa dipelajari dari para desainer internasional. Para desainer lokal-pun bisa belajar dan mengemas ulang bagaimana tren tersebut cocok untuk dipasarkan di Indonesia.

Merek lokal memang sedang jadi sorotan. Banyak dari mereka yang menggunakan bazar lokal untuk meningkatkan awareness, mempromosikan dan menjual produknya. Banyak dari pembeli yang telah menjadi pelanggan setia merek-merek lokal tersebut, sehingga merek lokal yang hadir di IFW 2018 dapat menutup celah antara retailer, desainer, dan konsumennya.

6d8e1447-cf6e-448f-b622-6ab87bd274c2