Pola pikir kita memberitahu kita bagaimana permainan hidup harus dimainkan, dan mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Mungkin kita memiliki pola pikir yang memberitahukan bahwa, “Kehidupan ini sangat keras, dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan.” Atau kita mungkin memiliki pola pikir yang lebih positif, seperti, “Kita punya kemampuan yang hebat dan orang lain ingin bekerjasama dengan kita.”

Semua itu tergantung bagaimana kita mengatur pola pikir kita. Karena pada dasarnya pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Nah, terkait hal itu ternyata ada beberapa kebiasaan yang bisa menghambat seseorang dalam mencapai kekayaan. Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus kita ubah atau hindari untuk mencapai kekayaan.

  1. Lebih mengutamakan menabung daripada meningkatkan penghasilan

Menabung tentu adalah hal yang positif dalam manajemen keuangan. Untuk membuat keadaan finansial kita bisa meningkat. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan, beberapa di antaranya adalah dengan mengikuti kerja paruh waktu di beberapa tempat, membuka bisnis sampingan kecil-kecilan, berjualan, atau apapun yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan di luar jam kerja utama kamu. Ini lebih efektif untuk meningkatkan penghasilan dan mendekatkan kamu pada kekayaan.

 

  1. Berinvestasi

Sering kali kita mengabaikan banyak orang untuk mendapatkan relasi atau peluang bisnis dari relasi tersebut. Berhubungan dengan banyak orang untuk mendapatkan relasi adalah salah satu bentuk investasi. Kamu perlu melakukan investasi apapun bentuknya untuk masa depan kamu. Selain untuk keperluan masa depan, investasi juga bisa melindungi kekayaan kamu. Selain mendapatkan relasi, beberapa bentuk investasi lainnya adalah dengan menyimpan perhiasan, emas, atau juga bisa dalam bentuk tanah.

 

 

 

  1. Berpikir secara tidak terbatas.

Coba kamu membayangkan dirimu di masa depan, di mana dunia bekerja tepat seperti yang kamu inginkan. Berpikir dan bekerja keraslah tanpa kenal lelah untuk mendapatkan kehidupan yang kamu inginkan, bukan sekadar mendapatkan remah-remah dari apa yang kamu harapkan.

 

  1. Keluar dari zona nyaman

Biasanya hal ini sering terjadi pada pegawai atau orang yang bekerja pada sebuah perusahaan. Mereka cenderung sulit keluar dari zona nyamannya untuk melangkah lebih maju. Logis memang, ketika seseorang keluar dari zona nyamannya dari perusahaan dan kemudian mencoba hal baru dengan bisnis misalnya, maka itu adalah pertaruhan yang sangat besar dalam hidupnya.

Ketidakpastian keuangan akan menjadi momok besar yang terus menghantui kehidupannya. Namun jika ia berhasil sukses, maka tentu pendapatan yang dihasilkan lebih besar daripada menjadi pegawai. Tapi jika memang takut berbisnis full time, maka kita bisa mencoba dengan bisnis sampingan di luar kerja kita.