Apa yang pertama kali harus kamu lakukan setelah mendapatkan ide bisnis? Yak, kamu bisa lanjut dengan melakukan riset. Memang, ada beberapa bisnis yang bisa melaju tanpa melakukan riset, tapi beranikah kamu mempertaruhkan modal untuk sesuatu yang belum bisa kamu ‘baca’?

Riset dibutuhkan supaya kamu paham bagaimana perilaku pasar dan inovasi kompetitor. Semakin mendetail sebuah riset, akan semakin mendalam pemahaman yang bisa kamu dapatkan. Hal ini berarti, kamu bisa menerapkan strategi terbaik untuk mendapatkan pasar dan memenangkan persaingan.

Ada beberapa tahapan dalam melakukan riset, yaitu:

Tahap ide

Oke, kamu punya ide yang sepertinya bakal juara. Namun, sudahkah kamu merencanakan bagaimana mengaplikasikan ide kamu pada pasar yang sebenarnya? Banyak wirausahawan yang terlalu semangat tentang ide yang mereka miliki, alhasil mereka biasanya langsung ‘loncat’ ke tahap eksekusi tanpa melalui perencanaan dan riset yang matang.

Riset yang matang membuatmu bisa mengumpulkan informasi dari asosiasi industri, pencarian web, kondisi pasar secara bertahap, dan lainnya. Hasil risetmu dapat bergantung pada tipe produk atau layanan yang ingin kamu jual. Dengan riset, kamu bisa menentukan pasar potensial, mematangkan persiapan melawan persaingan, atau menilai kegunaaan dan positioning dari produk atau layanan yang kamu punya.

Tahap analisa

Setelah mendapatkan pencerahan dari tahap ide, kamu bisa lanjut ke tahap analisa. Di tahap ini ada 4C yang harus kamu analisa, yaitu: Company, Customer, Collaborator, dan Competitor.

Company: semuanya tentang bisnis kamu. Apa yang ingin kamu berikan pada pelanggan, keuntungan apa yang pelanggan bisa dapatkan bila menggunakan produkmu, kepribadian bisnis, dan lainnya.

Customer: pada bagian ini, kategorikan pelanggan sesuai hubungannya dengan bisnismu, antara lain: puchaser (mereka yang memiliki kuasa untuk membuat keputusan pembelian), influencer (mereka yang bisa memengaruhi orang lain menggunakan produkmu), dan end user (mereka yang langsung berhubungan dengan produk yang kamu jual)

Collaborator: mereka yang terlibat untuk ‘menaikkan’ bisnismu di mata pasar. Bisa jadi media atau partner bisnis.

Competitor: definisikan kompetitor dalam tiga tingkatan, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Tingkatan tersebut menjelaskan seberapa besarnya ‘gesekan’ yang akan terjadi antara bisnismu dan kompetitor. Dengan mengelompokkan kompetitor, kamu jadi tahu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk memenangkan persaingan di masing-masing tingkatan.

Pendekatan analisa lain yang kamu bisa lakukan adalah analisa SWOT. Analisa ini memungkinkan kamu untuk lebih memahami kekuatan dan kekurangan bisnismu.

 

 

 

Tahap kompetitor

Setelah menjalani dua tahap di atas, berikutnya kamu harus tahu apa yang kompetitor kamu lakukan. Caranya bisa dengan menjadi pelanggan dari kompetitor, boleh dengan membeli secara langsung atau minta bantuan teman. Kamu juga bisa bicara dengan pelanggan kompetitormu dan bertanya tentang kesan mereka, apa yang mereka suka dan tidak suka.

Tujuan dari tahapan ini adalah untuk memahami kompetitor dan memastikan kamu bisa membentuk strategi yang lebih baik untuk menyaingi mereka. Temukan selling point produkmu yang berbeda dari kompetitor, dan fokuslah untuk mengembangkannya sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman belanja terbaik dari bisnismu.