Masalah sampah di Indonesia bisa dibilang nggak ada putusnya. Ditambah dengan luasnya wilayah, volume sampah dan kurangnya kepedulian untuk membuang sampah pada tempatnya membuat Indonesia sering dipandang sebagai negara yang jorok. Berawal dari permasalahan itu, Putra Fajar Alam tergerak untuk membuat sebuah pengelolaan sampah berbasis aplikasi yang diberi nama mySmash.

Awalnya, Putra diminta orang tuanya untuk membantu membuat sistem bank sampah untuk diterapkan di Pangkalan Bun, Kalimantan dan bertemu dengan pendiri Bank Sampah Indonesia, Pak Bambang. Alhasil sistem yang dibuat oleh Putra digunakan oleh dua Bank Sampah yang berbeda.

Bank sampah merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipisahkan menurut kategorinya. Sampah yang terkumpul oleh nasabah akan disetor ke pengerajin sampah atau ke tempat pengepul untuk dicatat, dikonversikan ke dalam rupiah berdasarkan nilainya. Sehingga nasabah bisa mencairkan uang sesuai dengan jumlah nilai sampah yang telah dikumpulkan.

Kegiatan untuk mengembangkan sistem bank sampah ini sempat vakum karena ia harus menjalani kuliah. Waktu berjalan, hingga Putra bertemu dengan Co-Founder, Addin Gama Bertaqwa. Keduanya bercita-cita untuk menciptakan sistem untuk digunakan oleh bank sampah di seluruh Indonesia. Maka lahirlah BankSampah.id, aplikasi berbasis web dan mobile yang bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional Bank Sampah di seluruh Indonesia.

Bank sampah yang sudah menggunakan platform tersebut telah berjumlah 1.057 bank sampah yang tersebar di 32 provinsi. Lewat BankSampah.id nasabah bisa mengelola tabungannya secara transparan. Semuanya membuat pemantauan, pengelolaan, dan perencanaan sampah di Indonesia.

BankSampah.id terus berkembang. Putra dan Addin kemudian mengembangkan aplikasi mySmash! yang menghubungkan nasabah dengan bank sampah terdekat. MySmash! bisa membantu nasabah mengecek bank sampah dan mengecek harga sampah sesuai kategori, melakukan pemilahan sampah, dan mendapatkan request untuk menjemput sampah. Sampah yang disetor oleh nasabah akan ditimbang dan dicatat untuk didistribusikan ke tempat pengerajin sampah. Para nasabah juga bisa ngeliat kerajinan dari sampah-sampah yang sudah dikumpulkan.

Saldo yang kamu punya di BankSampah.id bisa dipakai untuk berbagai macam transaksi seperti beli pulsa, bayar tagihan, transfer, tarik tunai, hingga donasi. Setelah sukses dengan BankSampah.id Putra dan Addin kembali mengembangkan potensi dari BankSampah.id dengan menciptakan e-smash. Kali ini, e-smash memiliki peran manajemen sampah yang bisa digunakan oleh pemerintah mengolah sampah didaerahnya.