Jakarta, 26 September 2013: Bertempat di ruangan Jakarta Vintage, 10 finalis project 25 sudah berkumpul sejak jam 8 pagi. Mereka terpilih sebagai finalis setelah lolos kurasi dari 180 proposal yang masuk ke panitia.  Ke-10 finalis tersebut terbagi ke dalam dua kategori, yakni kategori “Running a Business” dengan finalis antara lain: Yunara Ningrum Nasution, Andena Putri yang diwakili Zaelani Safarudin, Sulthan AlFathir, Harianto, Angger Setyobudi, Rian M Noor Suwari, dan I Gusti Ayu Agung Istri Sari Dewi. Sedangkan finalis dari kategori “Start a Business” adalah:  Daud Abdurrahman, Lintang Wahyu Mukti dan Arief Wibowo. Sayangnya ada dua finalis yang berhalangan hadir.

Acara dimulai dengan perkenalan yang disampaikan oleh Luthfi Hasan (Jakarta Vintage), Handoko Hendroyono (DoInc), dan Ayip Bali (Paradesa) yang nantinya akan bertindak juga sebagai tim juri bersama Agung Ari Wibowo (Head Of Marcomm CIMB Niaga), dan Prita (Art Medium).

Pagi itu, banyak finalis yang sudah datang lebih cepat dari jadwal yang tertera dalam rundown. Acara agak sedikit terlambat, namun peserta dengan sabar menunggu. Kunjungan pertama dilakukan ke My Tulisan yang disambut dengan baik oleh Melissa Sunjaya. Pagi itu, Melissa dengan semangat berbagi cerita tentang bagaimana My Tulisan melahirkan ciri khasnya sehingga mencuri perhatian orang-orang melalui karya orisinil yang dituangkan secara detail pada tas, celemek, boneka, sarung bantal dan merchandising lainnya.

IMG_6241

Melissa Sunjaya bersama para finalis Project 25

Sebelum jam makan siang, para finalis kemudian diajak menuju 2madison dan 2madeatery yang beralamat di Jalan Benda, Kemang, Jakarta Selatan. Seraya mencicipi menu yang ada di 2madeatery, para finalis mendapatkan pencerahan dan spirit dari Maggie Hutauruk tentang pentingnya sebuah kolaborasi. Maggie berbincang dengan para finalis yang memperkenalkan diri beserta ide bisnisnya dan terlihat sangat kagum sambil mendengarkan banyaknya ide-ide brilian dari anak-anak muda yang masih berumur 25 tahun ini.

IMG_6256

Maggie Hutauruk sedang menularkan spiritnya kepada para finalis Project 25

Usai makan siang, finalis project25 diajak menuju lantai 2, tempat dimana 2madison memamerkan galerinya. Nampak terlihat antusias para finalis dalam menghargai sebuah karya. Mereka juga serius mendengarkan setiap penjelasan yang disampaikan oleh Maggie sambil sesekali mengabadikan foto yang ada di galeri tersebut.

Sore harinya, para finalis kembali ke Jakarta Vintage dan dipersilahkan untuk menyiapkan presentasi mereka di hadapan dewan juri. Sebelum acara dimulai, Agung Ari Wibowo – dewan juri yang juga merupakan Head of Marcom CIMB Niaga menjelaskan alasannya tertarik bergabung dalam Project 25 tersebut. Agung pun menjelaskan tentang pentingnya kolaborasi.

Project25 Final

Agung Ari Wibowo berbagi pengalamannya

“Rational, Emotional dan Experience merupakan satuan tak terpisahkan untuk membangun brand,” ucapnya.

Kemudian, acara penjurian Project 25 pun dimulai, masing-masing peserta hanya diberikan waktu untuk mempresentasikan program bisnisnya selama 7 menit. Santai namun serius, dewan juri mendengarkan presentasi finalis dengan seksama. Para finalis diuji, bagaimana mereka menyampaikan keunikan produk mereka pada dewan juri serta mampu berpikir secara luas dan menanamkan konsep besar yang berkelanjutan terhadap usaha/bisnis yang mereka geluti.

FAH_4650

Setelah kurang lebih satu jam penuh ketegangan, tanya-jawab, kritik dan saran, para dewan juri akhirnya berunding untuk memilih siapa yang terbaik dari para finalis terbaik yang hadir. Namun tunggu dulu, pengumuman pemenang tidak langsung dilakukan saat itu juga, hari yang sudah berangsur malam, membawa para finalis kepada kunjungan terakhir mereka untuk mendapatkan inspirasi, yaitu The Goods Dept. Tiba di Pondok Indah Mall 2, para finalis disambut dengan baik oleh kru The Goods Cafe yang sudah mempersiapkan tempat bagi finalis untuk menikmati makan malam.

Sambil menikmati makan malam, Leo Theosabrata, founder The Goods Dept melakukan sharing session bersama Handoko dan Luthfi Hasan. Satu yang Leo tanamkan untuk membawa The Bright Spot Market menjadi conventional store, The Goods Dept sekarang ini,

“We work hard!”, begitu ujarnya.

Leo tidak pernah bilang bahwa membangun usaha adalah sebuah hal yang mudah. Perjuangan Leo dan kawan-kawan hingga akhirnya berdiri seperti sekarang bukan melalui kerja mudah. Leo berbagi bahwa tidak semua produk mendapat ‘tempat’ di The Goods Dept, namun produk yang beberapa kali ditolak, akhirnya bisa diterima, mengapa? Produk tersebut menerima saran yang telah diberikan dan membuat inovasi atau perbaikan yang sangat berarti. Leo pun setuju, inovasi penting!

Makin larut, piring-piring makan telah berhenti berdentang, inilah saat yang paling ditunggu semua finalis, pengumuman pemenang Project 25. Yunara Ningrum dan Manggarsari yang memproduksi boneka anatomi menjadi pemenang dari kategori Running a business dan Arief Wibowo dan Ermilia, yang memiliki ide Es krim rempah keluar sebagai pemenang dari kategori Start a business. Semua finalis memberi selamat kepada para pemenang dan dengan demikian berakhir sudah hari pertama kegiatan Project25. Peserta kemudian diantar menuju hotel untuk segera beristirahat setelah padat berkegiatan seharian.

Bagaimana kegiatan finalis di Ideafest hari berikutnya? Simak di artikel selanjutnya ya Sahabat :)