Siapa yang masih asing dengan VR alias Virtual Reality? VR untuk saat ini biasanya identik dengan game yang memungkinkan kita benar-benar seperti berada dalam dunianya. Lewat VR kita bisa berinteraksi langsung dengan lingkungan dalam game, karena VR benar-benar menawarkan point of view orang pertama, sebuah konsep yang cukup berbeda bila kita mengontrol game lewat joystick.

Tapi VR nggak sebatas bisa dipakai di dunia per-gaming-an saja, dunia bisnis-pun mulai melirik inovasi teknologi yang menjerat minat banyak orang ini dan menggunakannya sebagai marketing tool. VR membuat bisnis bisa menjalin engagement yang tidak pernah dicapai sebelumnya. Berikut ini adalah manfaat VR dalam bisnis:

Memudahkan konsumen untuk mencoba sebelum membeli. Sebagai konsumen, tentunya rasa galau selalu melanda saat mau membeli barang. Terutama barang besar dan nilainya tidak murah. Peran VR di sini adalah sebagai simulator bagi pembeli untuk melihat apakah produk incarannya sesuai dengan keingiannya. Brand yang sudah menerapkan VR adalah IKEA. Dengan VR, pelanggan IKEA memiliki kesempatan untuk menempatkan furnitur di dalam rumahnya.

Bisnis bisa menciptakan konten yang lebih engaging. Konten biasa banyak membuat targetnya bosan. Tapi dengan VR, bisnis bisa menciptakan konten yang mengajak target untuk ikut serta dalam campaign yang bisnis buat, sehingga keterlibatan yang diharapkan bisnis akan meningkat dan bisnis bisa memaksimalkan pemasarannya. Sebagai contoh, The North Face – sebuah brand yang identik dengan kegiatan outdoor membuat pelanggannya mengalami bagaimana rasanya mendaki gunung Himalaya yang seringkali menjadi impian para pendaki gunung dan mereka yang suka melakukan outdoor.

Bisnis bisa membangun koneksi emosional. Sisi emosional seringkali menjadi faktor penentu pelanggan untuk membeli sebuah produk. Menurut penelitian, banyak pelanggan yang lebih memilih brand dari perusahaan yang peduli pada lingkungan sekitar dan manusianya. 55% dari mereka menjawab bahwa mereka senang berbisnis dengan bisnis yang membuat perubahan pada dunia. Hal itulah yang dilakukan oleh Toms yang memiliki campaign, setiap sepatu yang terjual maka mereka akan menyumbangkan sepasang sepatu untuk anak yang membutuhkan. Lewat VR, pelanggan brand ini dapat mengalami langsung bagaimana penyerahan sepatu-sepatu tersebut – membuat para pelanggan merasa terkoneksi dan menjadi bagian dari good cause.