Berani memiliki brand saat ini tidak hanya bermakna memiliki kuasa untuk memproduksi barang, tapi juga harus memikirkan narasi terintegrasi lewat konten yang sudah ditentukan targetnya. Dengan kata lain, brand harus bisa berlaku layaknya sebuah publisher alias penerbit.

br

Brand harus mampu membuat content plan sebagai dasar untuk meraih kesuksesan di era saat ini. Content plan di era digital harus memiliki kekuatan dari saat mengumpulkan data, membuat aplikasi yang bisa menghasilkan penjualan atau menciptakan channel baru. Lalu, bagaimana dengan pembuatan konten itu sendiri? Pembuatan konten kerap disejajarkan dengan pembuatan iklan untuk brand itu sendiri. Padahal, iklan sendiri hanya sebagian kecil dari pembuatan konten itu sendiri bila mengacu pada apa saja yang harus ada di content plan yang direncanakan.

Pengembangan media yang terintegrasi dan terarah sesuai dengan visi dan misi brand sendiri merupakan kebutuhan esensial bagi masa depan brand itu sendiri yang dijabarkan lewat kemampuannya mengelola marketing, advertising, dan komunikasi.