Slow Marketing, sebuah kata yang mungkin belum banyak didengar di tengah cepat dan instannya hidup saat ini. Gerakan Slow Marketing fokus untuk membina ide brand dan mewujudkannya saat waktunya tepat. Dengan melakukan ini, ide akan berkembang secara natural dibanding bila kita memaksakannya untuk ‘tampil’ sebelum ide benar-benar matang. Selain itu, brand bisa membangun ikatan yang lebih kuat dengan pelanggannya tak peduli sudah berapa lama brand itu ada.

Founder do.inc, Handoko Hendroyono juga menyoroti hal ini:

“Di Jaman Overloaded Information ini Hati-Hati dengan Pesan Cepat Menyebar

Membangun brand atau personal brand tidak identik dengan “cepat ngetop” atau “cepat viral”. Di jaman yang serba cepat justru “SLOW” menjadi kuat. Tenang dan tidak gegabah atau minimal tak tergiur dengan pola komunikasi heboh yang tak ada esensinya.
Dulu memang bisa kita mencekoki informasi dengan klaim yang dibuat-buat. Saat ini?

Brand atau Personal Brand supaya sustain harus dibuat narasinya dengan indah dan asik.”

slo