Jalan menuju kesuksesan bisa penuh liku dan nggak jarang dipenuhi jebakan yang membuat para wirausahawan menemukan kegagalan. Karena itulah, saat membuka bisnis kamu perlu tahu cara bermanuver terbaik. Meski sekarang media digital memudahkan penggunanya untuk mencari sumber pengetahuan, tapi posisi mentor masih belum tergantikan sebagai sumber saran dan panduan dalam menjalankan bisnis.

Posisi mentor sangatlah penting ketika para pemilik bisnis mulai menapaki perjalanan wirausahanya. Penelitian mengungkap bahwa 70% bisnis yang pemiliknya menerima masukan dari pemilik bisnis yang lebih berpengalaman biasanya bertahan dalam 5 tahun pertamanya, dibandingkan 35% bisnis yang tidak menerima masukan dari mentor.

Bagi banyak pemilik bisnis, mentor yang mereka jadikan contoh biasanya berperan sebagai pelatih. Para ‘pelatih’ ini bisa memberikan pengetahuan, energi, dan dorongan untuk membantu juniornya untuk menciptakan tujuan dan fokus yang bisa digunakan untuk menjalankan bisnis agar bisa terus berlanjut meski menemui hambatan.

Mentor bisa mengembangkan sudut padang, membantumu melihat berbagai perspektif untuk memecahkan masalah. Mereka juga mampu berkolaborasi dan membuat ide workshop bersama orang-orang yang ada dalam circle-nya. Yang terpenting, mentor menyediakan dorongan untuk terus maju dan mengingatkanmu bahwa ada ‘hasil’ yang bisa dipetik saat kamu sukses.

Nah, pertanyaannya dimana kita bisa ‘menemukan’ mentor?

Begitu kata mentor terdengar, mungkin kamu bakal mikir “Wah perlu bayar buat dateng ke seminar/coaching, nih”. Namun, pada kenyataannya mentor biasanya berasal dari rekan bisnis yang sudah lebih dahulu sukses. Namun kalau kamu berpikir untuk mencari mentor profesional kamu bisa mencari mereka di:

  1. Organisasi bisnis seperti HIPMI, BEKRAF dan lainnya
  2. Grup pebisnis/startup
  3. Media sosial seperti LinkedIn atau Twitter